Sekarkijang Creative Fest, Bupati Ipuk: Wadah Dorong UMKM Naik Kelas

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 menjadi salah satu rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Bank Indonesia (BI) Jember untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dan memperluas pasar.

 

Kegiatan yang mempertemukan puluhan pelaku ekonomi kreatif dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo itu dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat malam (17/7/2026), di Gesibu Blambangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ipuk mengatakan, Sekarkijang Creative Fest merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat di wilayah Sekarkijang.

 

“Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif dari masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang. Terimakasih kepada BI Jember yang sudah membangun sinergi dengan seluruh kabupaten yang ada di Sekarkijang,” kata Ipuk.

 

Menurut Ipuk, tema yang diusung dalam SCF “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh dan Berdaya Saing” sejalan dengan kebutuhan saat ini, yakni menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

 

“Saat ini persaingan tidak lagi hanya antarproduk, tetapi juga antarekosistem. UMKM yang mampu memanfaatkan inovasi, teknologi digital, dan berkolaborasi secara kuat akan menjadi pemenang,” ujarnya.

 

Karena itu, kata Ipuk, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Mereka juga harus membangun kualitas, identitas, dan kepercayaan konsumen. Lima daerah yang tergabung dalam Sekarkijang bukanlah daerah yang saling bersaing, melainkan kawasan ekonomi yang saling melengkapi sesuai potensi masing-masing.

 

“Melalui Sekarkijang Creative Fest semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, dari penjualan konvensional menuju digital, hingga mampu menembus pasar internasional,” kata Ipuk.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Achmad mengatakan, rangkaian SCF sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2026 di lima kabupaten wilayah Sekarkijang, mulai dari kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, hingga promosi dan pameran produk di berbagai wilayah.

 

Puncaknya diselenggarakan di Banyuwangi, 16-19 Juli, yang kembali dikolaborasikan dengan Banyuwangi Ethno Carnival. Kegiatan diisi berbagai agenda yang tidak hanya mendukung pengembangan UMKM agar naik kelas, baik dari sisi kapasitas, akses permodalan, maupun digitalisasi pemasaran dan pembayaran melalui QRIS. Juga kegiatan seperti operasi pasar murah untuk pengendalian inflasi.

 

“Sejak Kamis kemarin sudah diisi berbagai kegiatan. Mulai urusan UMKM sampai ekonomi kreatif. Seperti Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition. Malam ini kita opening ceremony. Besoknya gelaran BEC, lanjut malam harinya ada Sekarkijang Got Talent di Gesibu Blambangan,” tutur Achmad.

 

Ia menyebut, Sekarkijang Got Talent ajang pencarian bakat yang dilakukan BI Jember. Semacam acara America’s Got Talent, ada yang akan menampilkan bakat nyanyi, sulap, hingga stand up comedy. Sementara puncaknya pada 19 Juli pagi akan ada event lari SCF Waqf Run 5K. Selama perayaan, masyarakat juga disuguhkan penampilan spesial dari sejumlah bintang tamu.

 

Sementara itu, rangkaian BEC akan ditutup oleh Konser Musik BEC sekaligus pengumuman Best Custome BEC yang menandai rangkaian BEC Week berakhir. Acara dipusatkan di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00 WIB. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana “Gotong Royong Infak Anak-Anak” Rp950 Ribu per Tahun di SMPN 3 Genteng Dipertanyakan
Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam
Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini
Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:55 WIB

Dana “Gotong Royong Infak Anak-Anak” Rp950 Ribu per Tahun di SMPN 3 Genteng Dipertanyakan

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Berita Terbaru