Garudaexpose.com | Tasik – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V (UPTD PJ2WP V) resmi memulai proyek strategis urusan infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini diambil guna mengurai titik kemacetan parah yang kerap terjadi di pusat ekonomi daerah tersebut.
Proyek yang bertajuk Pekerjaan Pelebaran Jalan Ruas Jalan Raya Singaparna (Jl. Pasar Singaparna) ini menelan anggaran kedinasan sebesar Rp11.206.337.778,00. Berdasarkan hasil proses lelang, proyek infrastruktur vital ini dipercayakan kepada CV. Multi Daya selaku kontraktor pelaksana.
Kawasan Pasar Singaparna selama ini dikenal sebagai salah satu titik bottleneck (penyempitan jalur) utama di jalur penghubung Tasikmalaya menuju Garut dan Bandung. Volume kendaraan yang tinggi, bercampur dengan aktivitas pasar dan parkir, membuat kawasan ini membutuhkan penanganan geometrik jalan yang mendesak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pengakuan dari salah satu pihak UPTD PJ2WP V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa pelebaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan secara signifikan.
“Ruas Jalan Raya Singaparna ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Dengan alokasi anggaran lebih dari 11 miliar rupiah ini, kami berkomitmen menyajikan kualitas jalan yang lebih mantap, aman, dan memangkas waktu tempuh pengendara,” ujarnya.
Pihak kontraktor, CV. Multi Daya, bersama dengan dinas terkait dan jajaran Satlantas setempat berkoordinasi untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas selama pengerjaan fisik berlangsung.
Masyarakat dan para pengguna jalan yang biasa melintasi area pasar Singaparna diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu proyek, serta mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama masa konstruksi demi terwujudnya infrastruktur Jawa Barat yang lebih baik.
(Iyan)












