SEMARANG,GarudaXpose.com//– Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memberantas korupsi mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Masjid Walama Indonesia Kabupaten, Muhammad Salahuddin Masruri.
Dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi, Sabtu 11 Juli 2026, Salahuddin menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah tegas Presiden Prabowo dalam memerangi praktik korupsi di Tanah Air.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Kami Muhammad Salahuddin Masruri, selaku Ketua Masjid Walama Indonesia Kabupaten, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Haji Prabowo Subianto, atas komitmen yang kuat dalam upaya pemberantasan korupsi secara tegas, transparan, dan tidak tebang pilih,” ujar Salahuddin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, ketegasan pemerintah pusat dalam menindak pelaku korupsi tanpa memandang latar belakang merupakan langkah krusial untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Ia menekankan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Desak Penegakan Hukum Profesional
Lebih lanjut, Salahuddin berharap komitmen Presiden Prabowo tidak berhenti pada tataran retorika, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui sistem penegakan hukum yang profesional.
“Kami berharap komitmen ini terus diwujudkan melalui penegakan hukum yang profesional, adil, dan tanpa intervensi. Berantas korupsi tanpa pandang bulu, demi Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah gencarnya langkah pemerintah melakukan pembenahan di sektor penegakan hukum. Dalam beberapa bulan terakhir, Kejaksaan Agung dan KPK tercatat menangani sejumlah kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat di berbagai tingkatan. Publik menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa tidak ada lagi ruang aman bagi pelaku korupsi.
Peran Tokoh Agama Kawal Komitmen
Dukungan dari tokoh agama seperti Ketua Masjid Walama Indonesia Kabupaten dinilai penting sebagai bentuk kontrol sosial dan moral. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penguatan nilai antikorupsi di tengah masyarakat.
Salahuddin menutup pernyataannya dengan seruan agar seluruh elemen bangsa bersatu mengawal agenda pemberantasan korupsi. “Korupsi merusak tatanan keadilan. Jika dibiarkan, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi angan-angan,” pungkasnya.***
(4905)












