Budaya Bali Warisan Adi Luhung Leluhur Membangun Berbagai Aspek Kehidupan
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 dan ditandai dengan pemukulan Gong peluncuran tema Pesta Kesenian Bali XLIX 2027, yakni Wana Kerthi: Byana Sandharana Loka (Hutan Penyangga Kehidupan), di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, pada Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam.

Dengan ditutupnya Pesta Kesenian Bali ke 48 Tahun 2026, estafet geliat berkesenian di Provinsi Bali tidak berhenti, namun pada hari yang sama Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi juga membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, dengan Mengusung tema: Kembara Sukma Atma Kerthi yang bermakna Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara Penutupan Pesta Kesenian Bali Tahun 2026 yang dihadiri Ratu Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakapolda Bali, Bupati dan Wali Kota Se-Bali, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, para seniman dan budayawan ini menampilkan sajian Tari Baris Bandana Manggala Yudha dan pagelaran Drama Klasik Kolosal “Sumpah Drupadi” Garapan Sanggar Teater Mini, yang disaksikan secara langsung oleh ribuan masyarakat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center.
Untuk diketahui, melalui pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ini, spirit Bali Padma Bhuwana yakni Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia terus dikuatkan sebagai wujud ikhtiar pengarusutamaan dalam menjaga, merawat, dan mengonservasi alam Bali sekaligus memajukan manusia dan kebudayaan Bali. Hal itulah yang menjadikan pelestarian seni, budaya, adat, tradisi, agama menjadi program prioritas utama pembangunan di Provinsi Bali, sejalan dengan Visi Pembangunan Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Pesta Kesenian Bali hadir sebagai monumen penghargaan dan kecintaan masyarakat Bali pada seni budaya Bali yang luhur dan mulia. Pesta Kesenian Bali telah menjadi ruang aktualisasi
seniman Bali dalam memanggungkan kualitas capaian berbagai ragam seni dan kerajinan, baik karya cipta perseorangan, kelompok maupun komunal. Oleh sebab itu Pesta Kesenian Bali hadir menjadi ruang untuk mengumandangkan ekspresi seni budaya kolosal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Piagam Penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang telah berjasa dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali.
Penghargaan juga diserahkan Gubernur Wayan Koster bersama Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dan Bupati Klungkung, I Made Satria kepada Pemenang Wimbakara (Lomba) PKB XLVIII untuk Juara I,II,III dan Harapan Lomba Mewarnai, Seni Lukis Wayang Bali, Mesatua Bali, Gender Wayang Anak-Anak, Karya Tulis Berita Kisah untuk Wartawan, Taman Penasar, Tari Barong Ket, dan Lomba Beleganjur Remaja.
Selanjutnya, kepada pemenang Pacentokan (Lomba) Jantra Tradisi Balo 2026 untuk Juara I,II,III dan Harapan Pacentokan Layangan Pecukan, Membuat Sunari, Olahraga Tradisional Tajog Putra, Olahraga Tradisional Terompah Putri, Olahraga Tradisional Hadang Putra dan Putri, dan Olahraga Tradisional Deduplak Putra.
Terakhir, Gubernur Koster menyerahkan Sertifikat Standarisasi dan Sertifikasi Lembaga Seni kepada 9 perwakilan Kabupaten/Kota se-Bali. Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengajak krama dan semeton Bali untuk terus mencintai seni budaya Bali.
“Jangan pernah bosan untuk berbudaya, karena budaya-lah yang membuat Bali ini terkenal di dunia, karena budaya Bali menjadi destinasi wisata utama dunia, dan ekonomi Bali tumbuh secara berkelanjutan. Jadi budaya di Bali merupakan warisan adi luhung leluhur kita yang sangat luar biasa, yang membangun berbagai aspek kehidupan,” kata Koster.
Terkait dengan dibukanya FSBJ VIII Tahun 2026, maka perlu diketahui bahwa penyelenggaran Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026 berlangsung mulai hari ini 11 Juli 2026 sampai dengan 25 Juli 2026 mendatang.
Festival Seni Bali Jani hadir sebagai panggung ekspresi, eksplorasi dan kolaborasi seni lintas batas untuk merespons fenomena dan dinamika perkembangan seni saat ini. FSBJ menjadi ruang temu para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator dan insan-insan kreatif lainnya, untuk menunjukkan karya terbaiknya, membahas isu-isu terkini, dalam sebuah garapan kreatif, inovatif dan eksperimental, mengadaptasi perkembangan teknologi terkini namun tetap kuat berakar pada nilai-nilai luhur tradisi Bali.
Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta memberikan perhatian dan ruang apresiasi yang sama bagi kesenian tradisi dan modern. Keduanya mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama, sebagai upaya pengembangan dan keberlanjutan kehidupan seni budaya di Bali.
Atas hal itu, Festival Bali Jani Tahun 2026 siap menghadirkan berbagai aktivitas seni modern yang dikemas dalam delapan materi pokok FSBJ, yang meliputi 1) Adilango (Pergelaran); 2) Utsawa (Parade); 3) Pawimba (Lomba); 4) Aguron-guron (Lokakarya); 5) Timbang Rasa (Sarasehan); 6) Megarupa (Pameran); 7) Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan 8) Pemberian Penghargaan Bali Jani Nugraha.(Ded/Tra).
Gubernur Koster Anugerahi 12 Seniman, Budayawan, Pengabdi Seni Penghargaan Adi Sewaka Nugraha
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali –Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman/ Budayawan/ Pengabdi Seni yang telah berjasa dalam penguatan seni tradisi, seni klasik, dan seni rakyat di Provinsi Bali.

Kedua belas Seniman/ Budayawan/ Pengabdi Seni ini, diantaranya bernama Cokorda Putra, ST., M.Si (Seniman Tari), I Nyoman Artana A.Ma, Pd (Seniman Undagi), I Ketut Tarka (Seniman Kerawitan), I Wayan Juana Adi Saputra,S.Sn (Seniman Tari), Wayan Arnawa (Seniman Seni Rupa),
Jro Made Sariani (Seniman Drama Gong), I Putu Manudipa (Seniman Sastra Daerah), I Dewa Gede Darmayasa, S.Skar.,M.Fil.,H (Seniman Kerawitan), I Gusti Ngurah Artawan, S.Sn (Seniman Pedalangan), Ni Made Kinten (Seniman Tari), I Dewa Gede Alit Saputra (Sastrawan), dan Dr. I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn (Seniman Kerawitan).
Gubernur Bali, Wayan Koster yang menyerahkan langsung Penghargaan Adi Sewaka Nugraha pada acara penutupan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada para Seniman/Budayawan/Pengabdi Seni di Pulau Bali ini dengan bantuan dana sebesar Rp 50 juta, karena tanpa beliau – beliau ini, seni budaya Bali tidak bisa hidup berkelanjutan.
“Gubernur tidak bisa membuat karya seni, tetapi hanya bisa membuat kebijakan, akan tetapi kebijakan tanpa ada pelaku, tidak akan ada artinya. Jadi kita harus berterimakasih kepada pelaku seni budaya Bali, mereka sebagai pelestari yang memajukan seni budaya Bali harus kita apresiasi,” ujar Gubernur Koster.
Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan rasa syukurnya, karena di Bali ini ada empat hal penting yang saling bersinergi selama sebulan penuh PKB. Pertama, pencipta karya seni, kedua ada pelaku seni yang menari sampai menabuh; ketiga ada partisipan seni (Gubernur, Bupati/Walikota melalui kebijakannya, red); dan empat ada penonton yang menikmati hasil karya seni.
Sebagai penutup, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengajak semua pemimpin di Bali harus utuh mencintai seni dan budaya Bali. Karena sebagai pemimpin di Bali, mesti membangun ekosistem budaya, dan mendorong para senimannya untuk terus berkarya.
Sebelumnya perlu diketahui, bahwa Penghargaan Adi Sewaka Nugraha adalah anugerah tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali di masa kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster kepada para seniman, budayawan, dan pengabdi seni sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengorbanannya dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni dan budaya Bali.(Ded/Tra).
Pengunjung PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Orang, 20.929 Seniman Terlibat, Total Omset Penjualan Lebih Rp 16 M
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali –Gubernur Bali, Wayan Koster yang secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, ternyata selama satu bulan penuh penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali sebagai ruang untuk mengumandangkan ekspresi seni

budaya kolosal terbesar di Bali ini mampu meningkatkan antusiasme sekaa/komunitas/sanggar/lembaga seni dalam berkarya yang disaksikan oleh jutaan penonton, hingga memberikan manfaat ekonomi untuk IKM dan pedagang kuliner.
Hal ini dibuktikan dengan jumlah sekaa/komunitas/sanggar/lembaga seni yang terlibat pada Pesta Kesenian Bali ke-48 Tahun 2026 mencapai sebanyak 673 sekaa/sanggar dengan melibatkan 20.929 seniman/pelaku seni.
Kata Gubernur Koster, bahwa lembaga seni yang terlibat pada tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2025 yang jumlahnya hanya 517, sedangkan untuk jumlah senimannya pada tahun ini juga ikut naik mencapai 900 lebih, dibandingkan pada tahun 2025.
Selain itu, jumlah sajian seni/karya seni yang dipergelarkan pada PKB Tahun 2026 juga ikut naik, yang mencapai sebanyak 879 sajian seni, atau mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2025 yang hanya berjumlah 529 sajian karya seni.
Apresiasi yang luar biasa dari masyarakat juga diberikan kepada para seniman, budayawan, dan pelaku seni yang tampil di Pesta Kesenian Bali, hal ini dibuktikan dengan tingginya jumlah kunjungan menonton berbagai sajian seni yang dipergelarkan.
Tercatat jumlah pengunjung Pesta Kesenian Bali Tahun ini sebanyak 1.822.857 orang (data sampai tadi siang, pertanggal 11 Juli 2026, red), dimana ada 5.743 orang di dalamnya merupakan Wisatawan Asing.
“Tahun lalu pengunjung Pesta Kesenian Bali hanya mencapai 1,6 juta lebih, jadi pada tahun 2026 ini pengunjungnya meningkat sekitar 200.000 orang lebih. Begitu juga junlah Wisman yang datang ke Pesta Kesenian Bali semakin banyak pada tahun ini, dibandingkan pada tahun 2025 jumlahnya hanya mencapai 2.400 orang,” kata Gubernur Koster yang juga ikut hadir sebanyak 16 kali menyaksikan para seniman, budayawan, dan pelaku seni tampil di Pesta Kesenian Bali.
Tidak hanya hadir langsung, penonton sajian Pesta Kesenian Bali melalui live streaming pada kanal youtobe ditonton sebanyak 2.124.927 tayangan. Angka ini jauh meningkat, dibandingkan dengan kunjungan Pesta Kesenian Bali tahun 2025 dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.639.543 orang.
Kemudian untuk diketahui bersama, penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali bukan saja hadir sebagai panggung apresiasi seni budaya, tetapi juga mampu menjadi etalase karya budaya, kriya, dan kerajinan masyarakat Bali yang berkualitas unggul. Melalui kegiatan Kandarupa (Pameran) Seni Rupa dan Pameran IKM Bali Bangkit, kesenian tidak hanya diapresiasi tetapi juga diberdayakan.
Pameran ini mendorong para perajin Bali naik kelas, dengan menghadirkan karya seni yang berkualitas dengan harga pantas. Hasilnya, pameran ini memberikan dampak signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Selama sebulan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali Pameran IKM Bali Bangkit yang terdiri dari 124 pelaku IKM, per tanggal 10 Juli 2026 omset penjualannya mencapai Rp 11.271.843.966,00.
Sedangkan Pameran Kuliner Tradisional Bali menghadirkan 75 stand kuliner, tercatat hingga tanggal 10 Juli 2026 memiliki omset penjualan mencapai Rp.5.067.733.000,00.
“Omset penjualan kuliner tradisional Bali tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Koster, pada Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam, seraya mengatakan jadi selain menyaksikan seni budaya di Pesta Kesenian Bali, kita juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi IKM dan pedagang kuliner tradisional khas Bali.(Ded/Tra).












