Dominic Jeremey Menilai Bali Telah Menunjukkan Kepemimpinan Kuat Dukung Agenda Transisi Hijau Indonesia
Garudxpose.com |Denpasar-Bali Pemerintah Provinsi Bali telah memenuhi undangan dari Secretariat Climate Group tertanggal 20 Mei 2026 lalu, untuk menghadiri acara Opportunity Summit Perdana Climate Group dan Program Under2 Coalition London Climate Action Week 2026, pada 20 – 24 Juni 2026.
Tujuan dari Summit ini mempertemukan para pembuat kebijakan senior, eksekutif perusahaan global besar, investor, serta komunitas iklim yang lebih luas untuk membuka gelombang baru daya saing energi bersih. Demikian disampaikan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., saat menyampaikan rilisnya di kantor Gubernur Bali, Senin (29/6) tadi pagi.
Gubernur Koster mengatakan London Climate Action Week 2026 merupakan salah satu acara independen terbesar di dunia yang berfokus pada perubahan iklim, dengan menghadirkan ratusan kegiatan dan acara di seluruh London, baik secara langsung, hybrid, maupun daring. “Setiap tahun, pemerintah daerah, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, otoritas lokal, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh Inggris dan berbagai negara di dunia berkumpul untuk mempercepat aksi iklim, mendorong kolaborasi, dan menampilkan solusi yang telah memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan Gubernur Koster, bawasanya, summit ini menyoroti kepemimpinan kota, negara bagian, dan wilayah dalam menghadirkan solusi iklim yang praktis, memajukan energi bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pihak penyelenggara percaya bahwa tindakan dan komitmen inovatif dari Bali memiliki kekuatan untuk menginspirasi pihak lain serta membantu mendorong momentum global yang sangat dibutuhkan saat ini.
“Saya diminta untuk menampilkan keberhasilan dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat dikontribusikan untuk mencapai tujuan iklim nasional maupun internanasional. Pihak penyelenggara menilai bahwa saya sebagai Gubernur Bali, memiliki pengalaman dan wawasan yang dapat membantu membentuk masa depan yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak,”papar Koster.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara sangat mengharapkan Gubernur Bali, untuk hadir dalam acara yang telah diagendakan, sehingga mendapat kesempatan untuk terhubung dengan para pemimpin lainnya, bertukar pengetahuan, dan menjajaki kemitraan baru. Kehadiran Gubernur Bali, diyakini akan membantu membentuk percakapan global dan memastikan bahwa suara serta inovasi daerah menjadi bagian terdepan dalam aksi iklim.
“Maka kedutaan besar Inggris, pada 26 Mei 2026 mengirim surat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk berpartisipasi dalam London Climate Action Week 2026, pada 20–24 Juni 2026. Kedutaan Besar Inggris menilai bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi perubahan iklim, melalui berbagai inisiatif kebijakan,”ucapnya.
Sementara kedutaan besar Inggris, yang Mulia Dominic Jermey mengharapkan partisipasi Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rangka menghadiri Climate Group’s Inaugural Opportunity Summit dan rangkaian kegiatan Under2 Coalition Programme. Karena forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintah daerah, pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.
“Kami sangat memahami, karena Bali telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung agenda transisi hijau di Indonesia. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif, Bali telah menjadi daerah percontohan yang penting untuk pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan di tingkat daerah,”ungkap Dominic.
Dominic Jeremey juga mengatakan, ambisi dan upaya Bali untuk mencapai target Net Zero Emission yang lebih awal dibandingkan target nasional telah mengundang perhatian internasional, dan kehadiran Bali pada forum ini dinilai akan memberikan kontribusi berharga serta contoh positif bagi pemerintah daerah lainnya, baik di Indonesia, maupun di luar negeri.
“ Jadi partisipasi Gubernur Bali juga akan semakin memperkuat profil Indonesia dalam jejaring kerja sama internasional di bidang perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan berbagai mitra global. Kami kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan bahwa penyelenggara acara, Climate Group, telah menyediakan dukungan penuh terkait partisipasi Gubernur Bali, termasuk tiket perjalanan, akomodasi, transportasi lokal, dan fasilitasi visa,”pungkasnya. (Gustra*).











