BREBES, GarudaXpose.com//-Ribuan warga dari berbagai elemen, mulai dari petani, pelaku UMKM, peternak, hingga nelayan, memadati Alun-alun Brebes untuk menggelar Aksi Damai dan Doa Bersama mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 29 Juni 2026.
Aksi yang dipusatkan di depan Pendopo Kabupaten Brebes itu berlangsung tertib sejak siang hingga sore hari, dengan pengawalan aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP.
Koordinator Aksi Damai, Mas Fahmi, menegaskan aksi ini adalah suara murni dari rakyat kecil penerima manfaat MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ini rakyat yang terdampak manfaat positif berkat adanya MBG. Betul Bapak-Ibu?” seru Fahmi dari mobil komando.
“Betul!” jawab massa kompak.
“Bapak ingin lanjut? Lanjut! Selalu lanjut? Lanjut! Mantap! Yang penting kompak Bu!” lanjutnya, disambut tepuk tangan peserta aksi.
Fahmi menegaskan, aksi ini bukan untuk menuntut, melainkan menyampaikan rekomendasi agar program MBG tetap dipertahankan di Brebes.
“Kita itu rakyat kecil, sudah kadung bahagia. Betul, Bapak-Ibu? Biar dipertahankan bahagianya. Harapannya pemerintah Kabupaten Brebes dari eksekutif sampai legislatif membantu kami-kami ini,” tegas Fahmi.
Menurut Fahmi, ekosistem MBG di Brebes saat ini sangat besar. Terdapat 197 dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Brebes, yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal dari hulu ke hilir.
Ia menyebut sempat ada 16 dapur yang dihentikan operasionalnya, namun alhamdulillah saat ini sudah beroperasi kembali dan jangan sampai dicabut lagi.
Tiga Rekomendasi untuk Presiden Prabowo
Puncak aksi diisi dengan pembacaan pernyataan sikap oleh perwakilan massa, Martin Firdaus. Tiga poin rekomendasi itu ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Rekomendasi tersebut disampaikan secara resmi melalui Bupati Brebes, Wakil Bupati Brebes, dan DPRD Kabupaten Brebes, dengan isi sebagai berikut:
Melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes dan seluruh Indonesia;
Mendorong dan mendukung lahirnya Undang-Undang sebagai payung hukum MBG;
Mendukung program strategis nasional lainnya.
Formagi: MBG Dongkrak Ekonomi Keluarga
Dukungan juga datang dari Forum Masyarakat Peduli Gizi (Formagi) Kabupaten Brebes.
Wakil Ketua Formagi, Untung Surodi, mengatakan program MBG di Brebes terbukti nyata mendongkrak ekonomi keluarga dan membuka lapangan pekerjaan.
“Program MBG di Brebes yang melibatkan 197 dapur produksi terbukti nyata mendongkrak ekonomi keluarga dan membuka lapangan pekerjaan. Kami ingin program ini terus berjalan demi kemaslahatan masyarakat,” tegas Untung.
Pemkab Brebes: Aspirasi Akan Diteruskan ke Pusat
Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma, SE, MM, bersama Wakil Bupati Wurja, SE, dan Anggota DPRD Kabupaten Brebes Pamor Wicaksono, SH, turun langsung menemui massa di depan Pendopo.
Bupati Paramita menyampaikan apresiasi atas aksi damai yang tertib tersebut.
“Kami jajaran pemerintah Kabupaten Brebes mendengarkan dengan saksama dan menghormati semua aspirasi dari masyarakat, dari yang mendukung program pemerintah pusat dan juga kami mendengarkan kritikan,” kata Bupati Paramita.
“Semua aspirasi dari teman-teman semuanya akan kami teruskan. Terima kasih atas aspirasi dari para petani, para UMKM, dan juga peternak, nelayan,” tambahnya.
Wakil Bupati Wurja menegaskan pihaknya akan segera meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
“Selamat sore, terima kasih yang disampaikan dari teman-teman, dari petani, dari nelayan, dari penerima manfaat program MBG. Aspirasi yang tadi disebutkan, insya Allah hari ini kami akan teruskan ke pemerintah pusat, dengan harapan semoga apa yang menjadi kehendak saudara-saudara semua bisa dikabulkan,” ujar Wurja.
Wurja juga menegaskan Pemkab Brebes tetap terbuka dan menerima aspirasi dari kelompok yang kontra terhadap program MBG.
Sementara Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono, SH, mengapresiasi jalannya aksi yang damai dan kondusif.
“Alhamdulillahirrahmanirrahim, yang kita banggakan bersama Ibu Bupati Brebes, Ibu Hajah Paramita Widya Kusuma, beserta Wakil Bupati Brebes Pak Wurja, yang alhamdulillah pada sore hari ini telah berkenan mendengarkan aspirasi panjenengan semua,” kata Pamor.
Naskah rekomendasi itu kemudian ditandatangani bersama dalam Berita Acara Dukungan MBG, Brebes, 29 Juni 2026.
Usai penandatanganan berita acara, aksi ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran program MBG dan keselamatan bangsa.
Tidak ada orasi yang provokatif. Spanduk dukungan MBG dibentangkan rapi, massa membubarkan diri dengan tertib menjelang sore.
Bagi para petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM dapur MBG di Brebes, aksi damai hari ini bukan sekadar unjuk rasa. Ini adalah cara mereka mempertahankan dapur yang telah menghidupi ribuan keluarga.
Kini tiga lembar rekomendasi itu sudah berada di tangan Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD Brebes. Harapan mereka satu: agar suara dari Alun-alun Brebes ini bisa sampai ke meja Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, dan program MBG terus lanjut di Kota Bawang.***
(Agus)










