Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//- Polemik penggunaan aplikasi absen palsu di lingkungan Pemkab Brebes kembali mencuat. Setelah para ASN yang terdeteksi dinyatakan telah selesai disanksi, kini para karyawan puskesmas dan RSUD yang namanya masuk dalam daftar pengguna diminta membayar iuran ratusan ribu rupiah per orang.

Pungutan itu salah satunya terjadi di Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari. Di sana, 7 orang karyawan diminta membayar Rp 400 ribu per orang.

Seorang karyawan Puskesmas Sidamulya yang enggan disebutkan namanya mengaku, iuran itu dihimpun oleh seorang koordinator dan diserahkan ke kepala puskesmas. Perintahnya disebut langsung dari Kepala Puskesmas Sidamulya, dr Sandy Wahap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perintahnya langsung dari kapus. Denda harus ditanggung 7 orang. Padahal yang terdeteksi muncul namanya hanya 2 orang,” ujarnya.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (25/6), dr Sandy Wahap tidak membantah adanya pungutan tersebut. Ia menjelaskan, awalnya ada 7 orang di puskesmasnya yang terindikasi menggunakan aplikasi absen bodong, namun pada pengumuman terakhir yang muncul hanya 2 orang.

Sandy mengaku diminta mengumpulkan uang oleh Ketua Paguyuban Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes melalui pesan WhatsApp. Besaran iuran disebut bervariasi sesuai kelas puskesmas: puskesmas kecil di pelosok Rp 2,5 juta, kategori sedang Rp 3 juta, dan puskesmas besar Rp 4,5 juta.

“Perintah datangnya dari Ketua Paguyuban Kapus se Kabupaten Brebes melalui pesan WA. Kemudian saya teruskan ke karyawan,” kata Sandy.

Karena Puskesmas Sidamulya tidak memiliki kas, uang iuran sebesar Rp 2,5 juta itu dibebankan langsung kepada 7 karyawan yang sempat terindikasi. “Kalau puskesmas lain tidak dibebankan ke karyawan, karena punya kas,” ucapnya.

Sandy menyebut uang hasil iuran tersebut masih tersimpan utuh di puskesmas, dan akan disetorkan ke ketua paguyuban jika ada instruksi lebih lanjut.

Terpisah, Ketua Paguyuban Kepala Puskesmas Kabupaten Brebes, dr M Fuad, membenarkan adanya wacana pengumpulan dana tersebut. Menurutnya, dana itu disiapkan untuk operasional jika ada undangan klarifikasi ke KASN di Jakarta, setelah kasus absen bodong ini viral dan sampai ke BKN.

“Kita punya wacana, karena ternyata setelah viral kemarin kan sampai ke BKN. Kalau kita ke sana perlu akomodasi nggak? Kita sebenarnya baru ngomong-ngomong nih,” kata Fuad.

Fuad menegaskan tidak pernah menginstruksikan agar iuran dibebankan ke perorangan karyawan. “Saya tidak mau membebankan kepada karyawan langsung, mereka juga tertekan karena juga korban,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Heru Padmonobo, mengaku tidak mengetahui soal pungutan tersebut. Menurutnya, Dinas Kesehatan hanya mengurus administrasi presensi bodong ke BKD untuk diteruskan ke BKN.

“Yang mengumpulkan uang itu paguyuban kepala puskesmas. Kita nggak tahu uangnya untuk apa. Dinas tidak tahu menahu soal iuran itu,” pungkas Heru.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marhaenisme Bergerak: DPC PDI Perjuangan Brebes Gelar Pengobatan Gratis Keliling, 120 Warga Pesantunan Disapa di Putaran Kelima
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, RS Dera As-Syifa Brebes Gelar Bakti Sosial untuk 200 Ibu Hamil
Camat Sukapura Lepas Ribuan Peserta Fun Walk Jambore Kader, HUT RI ke 81 di Gerbang Wisata Sukapura
3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes Terima SK PNS, Perkuat Pelayanan Kesehatan Banyuwangi
Semarak HUT RI ke 81 Ratusan Warga Desa Ngadirejo Serbu Posyandu ILP
Pascabimtek Inovasi Daerah, Transformasi Pelayanan Kesehatan dan Perlindungan Masyarakat di Kabupaten Brebes Terus Diperkuat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 06:40 WIB

Marhaenisme Bergerak: DPC PDI Perjuangan Brebes Gelar Pengobatan Gratis Keliling, 120 Warga Pesantunan Disapa di Putaran Kelima

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Minggu, 6 September 2026 - 03:19 WIB

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 3 September 2026 - 05:50 WIB

Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, RS Dera As-Syifa Brebes Gelar Bakti Sosial untuk 200 Ibu Hamil

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Camat Sukapura Lepas Ribuan Peserta Fun Walk Jambore Kader, HUT RI ke 81 di Gerbang Wisata Sukapura

Berita Terbaru