Garudaxpose.com | Sumenep – Lapangan Kesenian Sumenep LKS mendadak berubah jadi panggung ekspresi. Sabtu 20 Juni 2026 malam, mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Arya Wiraraja Unija menggelar Pentas Seni tahunan yang memadukan budaya, seni, dan wirausaha.
Acara dibuka sejak malam hari dan langsung menyedot perhatian warga. Panggung dipenuhi penampilan tari tradisional, teater tunggal, kolaborasi teater kolosal, fashion show, hingga deretan stand bazar kewirausahaan karya mahasiswa.
Dekan FKIP Unija Ach. Puniman menjelaskan, pentas itu bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut jadi ujian praktik dari empat mata kuliah PGSD: pendidikan bahasa Indonesia, kesenian, prakarya, dan kewirausahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggaran oleh mahasiswa jurusan PGSD setiap menjelang akhir semester genap,” jelas Puniman di sela acara.
FKIP Unija mengusung slogan “FKIP OKI”. Singkatan dari Optimalkan Kreativitas dan Inovasi. Menurut Puniman, calon guru masa depan tidak cukup hanya pintar mengajar di kelas.
“Kreativitas dan Inovasi merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh guru masa depan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, tantangan guru ke depan sudah berubah. Dunia pendidikan digital menuntut guru punya keterampilan praktik, bukan hanya teori dan konsepsi.
“Ke depan, guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan secara teoritik dan konsepsi. Ia dituntut untuk terus mengasah kreativitas dan keterampilan yang inovatif dalam praktik,” kata Puniman.
Jika hal itu dijalankan, guru akan jadi agen perubahan. Anak didik akan merasa belajar lebih menyenangkan dan relevan dengan zaman.
“Jika ini bisa dilakukan, maka guru yang demikian akan mampu membawa perubahan yang menyenangkan. Terutama di jaman digital seperti saat ini,” tegasnya.
Penonton pun dibuat takjub. Salah satunya Reta, warga Sumenep yang datang bersama teman. Ia mengaku bangga melihat keberanian mahasiswa tampil di depan publik.
“Ini pesan moral bagi kita, bahwa Gen Z tidak hanya bisa rebahan. Gen Z hari ini percaya diri dan berani tampil di depan khalayak ramai,” ucap Reta.
Reta menutup obrolan dengan ajakan. Ia berharap Gen Z lain tidak hanya menghabiskan waktu scroll TikTok di rumah, tapi berani berkarya dan mengembangkan diri.
“Aku yakin, sebagai Gen Z kalian juga bisa seperti mereka yang ada di sana,” sambil menunjuk ke arah panggung Pentas Seni yang masih riuh tepuk tangan. (Septyan)













