Terpesona Pendopo Banyuwangi, Raline Shah: Such a Beautiful, Bagus Sekali

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI — Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi tak hanya menjadi pusat kegiatan pemerintahan, tetapi juga salah satu ikon wisata yang kerap menarik perhatian. Pesona bangunan bersejarah tersebut membuat artis Raline Shah berulang kali melontarkan pujian terhadap bangunan yang mengangkat konsep green building tersebut.

“Such a beautiful. Bagus sekali,” ujar Raline sembari berkeliling menikmati setiap sudut pendopo, Jumat (12/6/2026) malam.

Raline berada di Banyuwangi selama empat hari, 12-15 Juni 2026. Selain menghadiri kegiatan Satu Indonesia dia juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata, termasuk menyempatkan diri singgah ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan bersama keluarganya. Saat di pendopo, Raline didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendopo Banyuwangi merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1771. Bangunan tersebut lalu direvitalisasi pada 2012 dengan melibatkan arsitek Adi Purnomo dengan menjadikan bangunan bersejarah tersebut tetap mempertahankan nilai warisannya, sekaligus menghadirkan konsep arsitektur hijau atau green building.

Konsep itu tampak dari desain bangunan yang mengoptimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami sehingga mampu meminimalkan penggunaan energi listrik. Salah satu bagian yang menarik perhatian Raline adalah guest house yang dirancang menyerupai bunker bawah tanah dengan hamparan rumput hijau sebagai atapnya.

“Keren. Tidak kelihatan kalau ada ruangan di dalam. Suasananya juga adem, bikin betah,” katanya. Raline juga tampak berfoto-foto bersama keluarganya dengan latar belakang bukit “teletubbies” pendopo serta halaman rumput belakang pendopo yang juga difungsikan tempat pertemuan outdoor.

Dia juga menyempatkan diri mengunjungi rumah adat Osing yang berada di area belakang pendopo. Ia mengamati detail konstruksi rumah tradisional tersebut yang dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan memanfaatkan pasak kayu.

Di belakang rumah Osing, perhatian Raline lalu berlanjut ke Sumur Sri Tanjung, sumur tua yang menjadi legenda asal muasal nama Banyuwangi. Airnya dipercaya membawa kesegaran.

“Saya akan coba air sumur ini yang katany bikin awet muda,” ujar Raline sambil tersenyum.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa bangunan publik di Banyuwangi dibangun tidak hanya memenuhi fungsinya, namun juga mengandalkan estetika.

“Banyuwangi ini membangun bersama arsitek, jadi tidak hanya memenuhi fungsinya namun juga unsur estetika. Kami juga menonjolkan gaya arsitektur lokal Banyuwangi untuk melestarikan kearifan lokal kita. Bahkan hotel dan homestay juga kami “paksa” untuk menonjolkan kekhasan lokal dalam setiap desain bangunannya,” kata Ipuk kepada Raline.

Sejumlah bangunan publik di Banyuwangi dibangun dengan melibatkan arsitek nasional. Sebut saja Bandara Banywuangi dan bangunan masjid pendopo dirancang oleh Andramatin, Budi Pradono mendesain Grand Watudodol dan Stadio Diponegoro. Lalu Yori Antar juga merancang bangunan heritage Inggrisan.

Selama berada di Banyuwangi, Raline dan keluarganya juga mengeksplorasi sejumlah destinasi unggulan daerah tersebut, antara lain Desa Wisata Adat Kemiren, Kawah Ijen, serta Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayatinya.(kabiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:24 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Berita Terbaru