Kampung Baru FC Tahan Imbang Batas Tapanuli FC, Laga Sarat Gengsi Berakhir Lewat Adu Penalti di Torusan Cup IV 2026

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Muara Bangko, Pantai Barat,Mandailing Natal – Pertandingan penuh tensi dan sarat gengsi tersaji pada lanjutan Turnamen Torusan Cup IV Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Hijau Desa Muara Bangko, Kecamatan Ranto Baek, Minggu (07/06/2026).

 

Duel mempertemukan Kampung Baru FC desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu melawan Batas Tapanuli FC Huta Nauli Kecamatan Ranto Baek yang berakhir imbang 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan wasit dan harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sejak kick off babak pertama pukul 16.30 WIB, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka.

 

Kampung Baru FC yang mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Kampung Baru, M. Rizki Martua Lubis, tampil agresif dengan mengandalkan serangan dari sektor sayap.

 

Sementara Batas Tapanuli FC tampil disiplin dan mengandalkan skema serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.

 

Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan kehadiran ratusan penonton dan pecinta sepak bola yang memadati sisi lapangan. Sorak-sorai pendukung kedua kesebelasan menambah panas persaingan di atas rumput hijau.

 

Memasuki pertengahan babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Beberapa peluang emas tercipta namun masih mampu diamankan oleh penjaga gawang masing-masing tim yang tampil gemilang di bawah mistar.

 

Pada babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat.

 

Kampung Baru FC dan Batas Tapanuli FC sama-sama menunjukkan determinasi tinggi untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya. Berkat permainan kolektif dan semangat juang yang tinggi, kedua tim berhasil mencetak masing-masing satu gol sehingga skor berubah menjadi 1-1.

 

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan normal, kedudukan tetap bertahan 1-1. Sesuai regulasi turnamen, pemenang kemudian ditentukan melalui adu tendangan penalti.

 

Dalam drama adu penalti yang menegangkan, para algojo kedua tim silih berganti mengeksekusi bola dari titik putih. Mentalitas, ketenangan, serta ketangguhan penjaga gawang menjadi faktor penentu dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.

 

Berdasarkan laporan pertandingan resmi, laga berakhir dengan skor normal 1-1, dan pemenang ditentukan melalui babak adu penalti dengan skor 3-0.

 

Turut hadir menyaksikan jalannya pertandingan, Ketua Panitia Torusan Cup IV Rasoki beserta seluruh kru panitia, Komisi Disiplin (Komdis) Rafani Sadannur Lubis, Babinsa Koramil 16/Batang Natal Serda Safrizal Hasibuan, para tokoh masyarakat, serta masyarakat pencinta sepak bola dari berbagai desa di Kecamatan Ranto Baek dan sekitarnya.

 

Kehadiran unsur panitia, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga turnamen tetap berjalan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

 

Ketua Panitia Torusan Cup IV, Rasoki, mengapresiasi semangat para pemain yang telah menampilkan permainan menarik dan menghibur masyarakat. Ia berharap turnamen ini terus menjadi ajang pembinaan bakat sepak bola sekaligus mempererat silaturahmi antar desa.

 

Turnamen Torusan Cup IV sendiri terus menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di wilayah Mandailing Natal. Selain menjadi sarana kompetisi, ajang ini juga menjadi wadah pembinaan atlet muda serta memperkuat persaudaraan antar masyarakat melalui olahraga sepak bola.

Skor Akhir

 

Kampung Baru FC 1-1 Batas Tapanuli FC

Adu Penalti: 0-3

Pemenang: Batas Tapanuli FC

 

“Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang sportivitas, persaudaraan, dan semangat membangun generasi muda melalui olahraga.”

 

(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terlindungi: Ijazah Ditahan Sekolah karena Tunggakan SPP, Alumni MA di Puger Terkatung-katung
“Rupiah Bukan Mainan Cukong Singapura: Prabowo Menolak Indonesia Didikte Spekulan Asing”
TASYAKURAN & PELEPASAN SANTRI ANGKATAN II SMP TAHFIDZ AL-KARIM BOARDING SCHOOL, LAHIRKAN GENERASI CERDAS DAN HAFIZ AL-QUR’AN
PMR Bukan Organisasi Sekolah Biasa Tapi Lebih Dari Itu, Berikut Disampaikan
Bakar Sampah Plastik di Lahan Perhutani, Ancam Hutan dan Terancam Sanksi Pidana
Dugaan Mandeknya Gugus Tugas Reforma Agraria di Mandailing Natal Jadi Sorotan Warga
Rupiah Melemah: Pasar Sedang Mengadili Penegak Hukum Indonesia
Sejarah Pembangunan Jalan Desa Prapat Hanya 2,3Km Terbangun itupun sudah hancur dan terkelupas dari Total 5 Km, Warga Keluhkan Akses Jalan Rusak yang Hambat Potensi Wisata dan Hasil Bumi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:05 WIB

Kampung Baru FC Tahan Imbang Batas Tapanuli FC, Laga Sarat Gengsi Berakhir Lewat Adu Penalti di Torusan Cup IV 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:27 WIB

Terlindungi: Ijazah Ditahan Sekolah karena Tunggakan SPP, Alumni MA di Puger Terkatung-katung

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:27 WIB

“Rupiah Bukan Mainan Cukong Singapura: Prabowo Menolak Indonesia Didikte Spekulan Asing”

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:25 WIB

TASYAKURAN & PELEPASAN SANTRI ANGKATAN II SMP TAHFIDZ AL-KARIM BOARDING SCHOOL, LAHIRKAN GENERASI CERDAS DAN HAFIZ AL-QUR’AN

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:48 WIB

PMR Bukan Organisasi Sekolah Biasa Tapi Lebih Dari Itu, Berikut Disampaikan

Berita Terbaru