Garudaxpose.com l Medan (Sumut)– Gagasan membangun kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) secara terintegrasi kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul berbagai pandangan yang menilai bahwa percepatan pembangunan regional tidak dapat lagi dilakukan dengan pola kerja yang terpisah-pisah antar daerah.
Pandangan tersebut mencuat sebagai respons terhadap tulisan opini yang menyoroti pentingnya masa depan konektivitas dan arah pembangunan regional Tabagsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati pembangunan menilai bahwa selama ini potensi besar yang dimiliki wilayah Tabagsel belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi kemajuan ekonomi dan sosial yang signifikan karena masih kuatnya ego sektoral dan minimnya sinergi lintas daerah.
Potensi Besar, Akselerasi Masih Terbatas
Tabagsel yang meliputi wilayah Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara dinilai memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, serta posisi geografis yang strategis.
Namun berbagai kalangan menilai bahwa pembangunan yang berjalan secara parsial membuat potensi tersebut belum mampu menghasilkan lompatan kemajuan yang signifikan. Infrastruktur, pendidikan, investasi, hingga pengembangan kawasan ekonomi dinilai masih membutuhkan perencanaan terpadu yang melampaui batas administratif masing-masing daerah.
“Sudah saatnya Tabagsel dibangun sebagai satu kesatuan kawasan strategis, bukan sekadar kumpulan daerah yang berjalan sendiri-sendiri,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang mengikuti perkembangan isu pembangunan regional.
Pendidikan dan SDM Dinilai Harus Menjadi Prioritas
Dalam berbagai diskusi publik, muncul pula gagasan agar Tabagsel diarahkan menjadi pusat pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan pantai barat dan selatan Sumatera Utara.
Menurut para pemerhati pendidikan, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah daerah saat ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia melalui pendidikan berkualitas, riset, inovasi, serta penguatan lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang mampu melahirkan generasi unggul di masa depan.
Mandailing Natal bahkan disebut memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat pengembangan gagasan dan kajian strategis kawasan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Wacana Provinsi Sumatera Tenggara Kembali Muncul
Di tengah pembahasan mengenai masa depan Tabagsel, sebagian masyarakat juga kembali mengemukakan aspirasi mengenai pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan selatan Sumatera Utara.
Meski demikian, para pengamat menilai bahwa isu pembentukan daerah otonomi baru harus dikaji secara komprehensif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan aspek administratif, fiskal, sosial, politik, dan kepentingan nasional.
Hingga saat ini, pembentukan provinsi baru tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat dan harus melalui mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait pemerintahan daerah.
Saatnya Dari Wacana Menuju Aksi
Berbagai pihak berharap semangat kebersamaan yang mulai dibangun para kepala daerah se-Tabagsel tidak berhenti pada seremoni dan foto bersama semata. Masyarakat menantikan langkah konkret berupa program kolaboratif yang mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat ekonomi regional, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengamat pembangunan menegaskan bahwa keberhasilan Tabagsel di masa depan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan visi, menghilangkan ego sektoral, serta menempatkan kepentingan kawasan di atas kepentingan masing-masing daerah.
Jika semangat kolaborasi tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, maka Tabagsel berpeluang menjadi salah satu kawasan pertumbuhan baru yang diperhitungkan di Sumatera dan Indonesia pada masa mendatang.
Oleh : H .Syahrir Nasution S.E,MM Managing Derector PECI
(Redaksi)











