Jelang Aksi 4 November di Kejati Sumsel Laskar Sumsel Soroti Dugaan Korupsi di Dinas PUPR Muratara, Dinkes OKI, Mark Up Majalah DPRD Sumsel, serta Penuntasan Kasus Yayasan Batang Hari Sembilan dan SMKN 1 Gelumbang

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Garudaxpose.com |- Laskar Sumsel menggelar rapat konsolidasi di Palembang sebagai langkah akhir menjelang aksi besar pada Selasa, 4 November 2025, yang akan dipusatkan di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel). Senin (27/10/25).

Aksi ini menjadi bagian dari komitmen publik untuk menuntut penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap sejumlah dugaan kasus korupsi dan penyimpangan anggaran di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam rapat tersebut, Laskar Sumsel menegaskan akan membawa tiga isu utama dan 2 isu yang dinilai telah lama mandek dalam penanganan Kejati Sumsel, yakni:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Dugaan korupsi pada 37 paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Musi Rawas Utara, yang ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan senilai Rp7,51 miliar. Dugaan ini mengindikasikan adanya penyimpangan serius dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan irigasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan nilai kontrak.

2. Dugaan gratifikasi dan mark up pada 33 paket pengadaan barang dan jasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sejumlah proyek tersebut diduga dimark up dalam proses tender maupun pelaksanaan, melibatkan pihak ketiga dan menyebabkan potensi kerugian keuangan negara yang signifikan.

3. Dugaan mark up biaya distribusi majalah dan tabloid di lingkungan DPRD Provinsi Sumsel, dengan nilai proyek mencapai sekitar Rp1,5 miliar, namun pelaksanaannya dinilai tidak transparan dan tidak sesuai pelaporan resmi.

Selain tiga kasus utama tersebut, Laskar Sumsel juga akan mempertanyakan perkembangan laporan resmi yang telah disampaikan ke Kejati Sumsel, terkait:

Yayasan Batang Hari Sembilan, atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan aset dan penerbitan SHM yayasan.

SMKN 1 Gelumbang, yang disoroti karena dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dan jual beli seragam sekolah.

Direktur Investigasi Laskar Sumsel, Bung Jacklin, menegaskan bahwa aksi 4 November mendatang bukan sekadar bentuk protes, melainkan upaya strategis untuk memastikan laporan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti secara hukum.

> “Kami akan datang ke Kejati Sumsel bukan hanya untuk bersuara, tetapi juga menuntut kejelasan sejauh mana laporan-laporan kami diproses. Jangan sampai laporan masyarakat hanya berhenti di meja tanpa tindakan nyata,” tegas Bung Jacklin.

Sementara itu, Bung Jacklin, menuturkan bahwa pihaknya akan mengerahkan ratusan massa aksi dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel secara tertib dan damai, dengan membawa bukti serta dokumen pendukung dari temuan lapangan.

> “Ini adalah gerakan moral rakyat. Kami ingin Kejati Sumsel menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas korupsi. Tidak ada ruang bagi permainan hukum dan pembiaran terhadap penyimpangan anggaran daerah,” ujar Jacklin.

Laskar Sumsel menegaskan akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal transparansi publik dan menolak segala bentuk praktik korupsi yang merugikan masyarakat serta mencederai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Sumatera Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pelebaran Jalan Nasional Pantai Barat Disorot Keras: Tanpa Plang Proyek, Dugaan Material Tak Standar, Berpotensi Dilaporkan ke KPK
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Brimob Polda Sumut Hadir Berbagi Sembako Untuk Santri Mandailing Natal
Ketua Yayasan “Indonesia Terang Benderang” Batunadua Jae Diduga Ajang Korupsi Dari Program MBG !
PENERIMAAN TERPADU ANGGOTA POLRI TA. 2026 DIBUKA – PENDAFTARAN 09-30 MARET, GRATIS DAN ONLINE!
TMMD ke-127 Banyuasin Ditutup, Danrem 044/Gapo : Wujud Nyata Gotong Royong TNI dan Rakyat
Penerimaan Polri Dibuka, Polsek Siantar Selatan Sosialisasi Penerimaan Polri T.A 2026 di SMK Parbina Nusantara
Massa Front Aksi Rakyat Palembang Gelar Aksi Damai di Kantor Walikota Palembang Minta Walikota Palembang Evaluasi dan Copot Kasat Pol PP Kota Palembang Diduga Belum Maksimal Melaksanakan Perda Kota Palembang
DPW PPAM Sumsel Indonesia Soroti Rencana Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel Senilai Rp486,9 Juta

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:40 WIB

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Brimob Polda Sumut Hadir Berbagi Sembako Untuk Santri Mandailing Natal

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:31 WIB

Ketua Yayasan “Indonesia Terang Benderang” Batunadua Jae Diduga Ajang Korupsi Dari Program MBG !

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:03 WIB

PENERIMAAN TERPADU ANGGOTA POLRI TA. 2026 DIBUKA – PENDAFTARAN 09-30 MARET, GRATIS DAN ONLINE!

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:54 WIB

TMMD ke-127 Banyuasin Ditutup, Danrem 044/Gapo : Wujud Nyata Gotong Royong TNI dan Rakyat

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WIB

Penerimaan Polri Dibuka, Polsek Siantar Selatan Sosialisasi Penerimaan Polri T.A 2026 di SMK Parbina Nusantara

Berita Terbaru

Bali

Sinergi TNI dan Pemkab Jembrana Tuntaskan TMMD Ke-127

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:24 WIB