Warga Seneporejo Kecewa, PTPN Mangkir dari Rapat Mediasi Soal Jalan Rusak dan Armada Tebu

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Kekecewaan warga Desa Seneporejo dan wilayah terdampak memuncak setelah pihak PTPN diduga tidak menghadiri rapat mediasi yang digelar di SD Negeri 5 Seneporejo. Padahal, pertemuan tersebut dinilai penting untuk mencari solusi atas kerusakan jalan yang selama ini diduga akibat aktivitas armada pengangkut tebu.

Rapat yang dihadiri warga, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait itu justru berlangsung tanpa kehadiran perwakilan PTPN. Kondisi tersebut memicu kemarahan masyarakat yang merasa aspirasi mereka kembali diabaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi yang berlangsung, warga membentangkan spanduk bertuliskan penutupan jalan khusus armada angkutan tebu sampai tuntutan masyarakat dipenuhi. Mereka menilai kerusakan jalan sudah berlangsung lama, membahayakan pengguna jalan, menimbulkan debu saat kemarau dan licin ketika hujan.

“Kalau memang serius mencari solusi, kenapa tidak hadir? Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, bukan hanya perusahaan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga juga mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkan dari lalu lalang kendaraan bermuatan berat. Menurut mereka, selama ini masyarakat hanya menerima janji tanpa realisasi yang jelas.

Aksi penutupan jalan khusus armada tebu disebut sebagai bentuk protes dan peringatan keras kepada pihak perusahaan maupun pemerintah agar tidak tutup mata terhadap penderitaan warga.

Tak sedikit warga yang menilai ketidakhadiran pihak PTPN dalam rapat tersebut sebagai bentuk tidak menghargai masyarakat. Bahkan muncul anggapan bahwa keluhan warga selama ini dianggap sepele meski kondisi jalan terus rusak dan aktivitas masyarakat terganggu.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan bersikap tegas. Warga menegaskan, apabila tuntutan perbaikan jalan dan kejelasan tanggung jawab tidak segera dipenuhi, aksi serupa dengan massa yang lebih besar berpotensi kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DEKLARASI KONSERVASI HUTAN DI SEMPU DIHADIRI RATUSAN WARGA, ABSENNYA BUPATI BANYUWANGI JADI SOROTAN TAJAM
Ratusan Guru yang Tergabung di IGTKI Jember Ikuti Lomba Paduan Suara
Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten
LSM GERAM Banten Indonesia Desak OJK dan Dinas Koperasi Audit Investigatif KSP Putra Mandiri Sejahtera Banten
TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Resmi Ditutup, Seluruh Sasaran Rampung 100 Persen
Ratusan Warga Luwungragi Haru Iringi Pelepasan Ridhohul Khukam dan Deni Yulianto Menuju Tanah Suci
Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:17 WIB

DEKLARASI KONSERVASI HUTAN DI SEMPU DIHADIRI RATUSAN WARGA, ABSENNYA BUPATI BANYUWANGI JADI SOROTAN TAJAM

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:45 WIB

Warga Seneporejo Kecewa, PTPN Mangkir dari Rapat Mediasi Soal Jalan Rusak dan Armada Tebu

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:42 WIB

Ratusan Guru yang Tergabung di IGTKI Jember Ikuti Lomba Paduan Suara

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:03 WIB

Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:54 WIB

LSM GERAM Banten Indonesia Desak OJK dan Dinas Koperasi Audit Investigatif KSP Putra Mandiri Sejahtera Banten

Berita Terbaru

Pendidikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:51 WIB