Dugaan Monopoli di PT SGN Glenmore, Pemenangan Vendor yang Berulang Dipertanyakan

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Banyuwangi – Dugaan tidak transparannya sistem pembagian pekerjaan di lingkungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Glenmore kini semakin menjadi perhatian publik. Sejumlah pengusaha lokal mulai mempertanyakan mekanisme lelang dan proses penentuan vendor setelah muncul dugaan adanya satu perusahaan yang terus memenangkan berbagai pekerjaan secara berulang.

Sorotan tersebut mencuat karena
beberapa bidang pekerjaan strategis di lingkungan PG Glenmore, mulai jasa angkut tebu, operasional grabber, hingga traktor, disebut lebih banyak jatuh kepada vendor yang sama yakni PT FAJAR dalam waktu yang berlangsung terus-menerus. Kondisi itu memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelaku usaha lokal terkait sejauh mana sistem tender dan proses evaluasi dijalankan secara terbuka dan kompetitif.

“Kalau satu vendor terus yang muncul dan memenangkan berbagai bidang pekerjaan, wajar kalau publik mempertanyakan bagaimana proses lelangnya berjalan. Apakah benar semua pelaku usaha diberi kesempatan yang sama atau tidak,” ungkap GG salah satu pengusaha lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sejumlah pelaku usaha, persoalan utama bukan semata siapa yang memenangkan pekerjaan, melainkan soal transparansi proses dan keterbukaan akses bagi pengusaha lokal lain yang dinilai juga memiliki kemampuan, alat, armada, dan tenaga kerja yang memadai.

Beberapa pengusaha bahkan mengaku kesulitan memperoleh informasi terkait mekanisme pengajuan, evaluasi vendor, hingga dasar penentuan pemenang pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai memunculkan kesan bahwa proses pembagian pekerjaan berjalan tertutup dan hanya berputar pada kelompok tertentu.

Dari hasil penelusuran dan keterangan salah satu sumber Rifki Alamudi, salah satu tokoh di Glemor, dugaan dominasi vendor tertentu dalam berbagai sektor operasional dapat memicu keresahan di tengah pelaku usaha daerah, Keberadaan perusahaan besar seperti SGN Glenmore diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan membuka ruang usaha yang sehat bagi masyarakat sekitar.

“Yang membuat gaduh bukan karena ada vendor yang menang, tetapi karena kemenangan itu terjadi terus-menerus pada pekerjaan yang berbeda-beda. Ini yang akhirnya memunculkan pertanyaan soal fairness dan transparansi,” ujar Rifki

Situasi tersebut kini mulai dikaitkan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menekankan keterbukaan, keadilan, dan akuntabilitas dalam tata kelola perusahaan. Sejumlah pihak menilai apabila mekanisme tender dilakukan secara profesional dan terbuka, maka seharusnya seluruh proses dapat dijelaskan secara transparan kepada publik maupun pelaku usaha yang ikut bersaing.

Selain itu, sorotan masyarakat juga mengarah pada beberapa regulasi yang berkaitan dengan persaingan usaha sehat, di antaranya:

* Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

* Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM yang mendorong pemberdayaan dan keterlibatan pelaku usaha lokal;
* serta prinsip tata kelola perusahaan yang menjunjung fairness dan keterbukaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PT SGN Glenmore terkait mekanisme tender maupun alasan dominannya vendor tertentu dalam sejumlah pekerjaan yang menjadi sorotan tersebut.

Kini publik menunggu langkah perusahaan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memastikan proses lelang pekerjaan benar-benar berjalan secara profesional, terbuka, dan memberi kesempatan yang setara bagi seluruh pelaku usaha lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru