BCW Bongkar Risiko DAD: Uang Rakyat Jangan Dibekukan Saat Jalan Rusak dan Kemiskinan Masih Tinggi

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Penolakan terhadap rencana pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) di Kabupaten Banyuwangi kembali ditegaskan oleh Banyuwangi Corruption Watch atau BCW. Lembaga anti korupsi tersebut menilai skema dana abadi berpotensi menjadi ruang baru penyimpangan anggaran dan memperbesar risiko korupsi di daerah.

Penegasan sikap itu disampaikan Ketua BCW, Masruri, saat ditemui awak media di kantor BCW pada Jumat (15/5/2026). Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya BCW bersama sejumlah aktivis dan media dari Banyuwangi melakukan kunjungan serta konsultasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 6 Mei 2026 lalu.

Menurut Masruri, rencana pembentukan Dana Abadi Daerah tidak dapat dipisahkan dari berbagai persoalan tata kelola keuangan daerah yang selama ini dinilai belum transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana Abadi Daerah atau DAD kalau benar akan dibentuk Pemerintah Daerah Banyuwangi, itu sangat rawan menjadi ladang korupsi baru,” tegas Masruri.

Ia menilai, hingga kini masih banyak persoalan penggunaan anggaran di Banyuwangi yang belum pernah dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Mulai dari polemik penjualan saham, pengelolaan dana hibah, hingga berbagai proyek pemerintah yang kerap dipersoalkan publik namun minim klarifikasi resmi dari pemerintah daerah.

Masruri menyoroti secara khusus hasil penjualan saham daerah pada tahun 2020 yang menurut BCW hingga kini belum memiliki penjelasan rinci terkait penggunaannya.

“Kasus penjualan saham itu sudah bergulir di KPK karena tidak jelas digunakan untuk apa dana Rp301 miliar hasil penjualan saham tahun 2020. Belum lagi ada aliran dana sekitar Rp80 miliar yang menurut kami juga belum terang penggunaannya,” ujarnya.

BCW mempertanyakan urgensi rencana pembentukan Dana Abadi Daerah di tengah kondisi keuangan daerah yang dinilai belum sehat. Menurut mereka, langkah membekukan dana dalam bentuk dana abadi justru berpotensi menghambat pemanfaatan aset daerah untuk kebutuhan mendesak masyarakat.

Masruri juga menyinggung rencana penjualan sisa saham daerah yang nilainya disebut mencapai triliunan rupiah. Ia menilai langkah tersebut sangat rawan apabila tidak disertai mekanisme pengawasan yang ketat dan transparan.

“Kalau sekarang semua sisa saham mau dijual, apa tidak rawan dikorupsi? Ini uang rakyat. Pemerintah tidak boleh seenaknya membekukan dana itu dengan alasan dana abadi sementara masyarakat masih banyak membutuhkan,” katanya.

Menurut BCW, konsep Dana Abadi Daerah seharusnya hanya diterapkan pada daerah yang memiliki kondisi fiskal sangat kuat, pendapatan stabil, surplus anggaran, dan tidak memiliki beban utang.

Sementara itu, Banyuwangi dinilai belum memenuhi syarat tersebut karena masih mengalami defisit anggaran dan memiliki kewajiban utang daerah yang cukup besar.

“Pembentukan dana abadi itu lazimnya dilakukan daerah yang APBD-nya surplus terus dan tidak punya hutang. Sedangkan Banyuwangi masih sering defisit anggaran dan masih punya hutang sekitar Rp490 miliar,” imbuh Masruri.

Sebagai alternatif, BCW meminta agar sisa dana hasil penjualan saham lebih difokuskan untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mereka mendorong agar pemerintah membuka ruang bagi desa-desa untuk mengusulkan proyek prioritas yang benar-benar mendesak.

Menurut Masruri, dana tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan jalan rusak, penguatan layanan kesehatan, hingga pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.

“Kalau menurut kami sederhana saja. Setiap desa diminta mengajukan proyek pembangunan yang paling mendesak, lalu bantu pendanaannya. Misalnya masing-masing desa mendapat sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan prioritas. Sisanya bisa dipakai memperbaiki jalan-jalan rusak di Banyuwangi, fasilitas umum, pendidikan gratis, dan layanan kesehatan yang masih tertinggal dibanding daerah lain,” ujarnya.

BCW menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan justru menciptakan skema keuangan baru yang dinilai sulit diawasi publik.

Pernyataan keras BCW tersebut diperkirakan akan kembali memicu perdebatan publik mengenai transparansi pengelolaan keuangan daerah dan arah kebijakan fiskal Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, terutama terkait rencana pengelolaan aset dan saham daerah bernilai besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Puluhan Inovasi Strategis Bupati Brebes Jadi Penggerak Pembangunan.
Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Ratusan Inovasi dari OPD Hingga Kecamatan Dipaparkan
Genjot Daya Saing Daerah, Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Lintas Sektor: Dari SIPETARUNG Hingga JALA PUSAKA
Transformasi Digital Jadi Jurus Pemkab Brebes Percepat Pelayanan Publik, Puluhan Inovasi Dipamerkan di Bimtek Inovasi Daerah 2026

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:10 WIB

Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Puluhan Inovasi Strategis Bupati Brebes Jadi Penggerak Pembangunan.

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:06 WIB