Masyarakat Sidomulyo dan KTH Berkah Abadi Bahas Penanaman Kopi di Lahan Perhutani, Perkuat Komitmen Konservasi Hutan

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | BANYUWANGI – Warga Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Berkah Abadi menggelar pertemuan membahas rencana penanaman kopi di lahan Perhutani di bawah tegakan pohon pinus. Kegiatan tersebut berlangsung di sekretariat rumah Bendahara KTH Berkah Abadi, Nuris Herlambang, dan dihadiri masyarakat serta pemerintah desa setempat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Jambewangi, Maskur, S.Ag., kepala dusun, RT, RW, tokoh masyarakat, anggota kelompok tani hutan, hingga warga yang mendukung pengembangan tanaman kopi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Turut hadir pula sejumlah tokoh masyarakat yang ikut memberikan dukungan terhadap program pengelolaan hutan berbasis masyarakat tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap masa depan kawasan hutan di wilayah mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut dibahas rencana pengembangan tanaman kopi di bawah tegakan pohon pinus di lahan Perhutani. Skema tersebut dinilai menjadi salah satu langkah yang tepat karena selain memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, tanaman kopi juga dinilai cocok dikembangkan tanpa harus merusak vegetasi utama di kawasan hutan.

Masyarakat berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi alam. Penanaman kopi di bawah tegakan pinus dianggap mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan kawasan hutan dan pelestarian lingkungan.

Selain membahas pengembangan kopi, forum tersebut juga menegaskan komitmen masyarakat untuk menjadi relawan konservasi hutan. Warga menyatakan siap menjaga kelestarian kawasan hutan agar tetap hijau dan terhindar dari kerusakan lingkungan.

Kesadaran menjaga hutan dinilai sangat penting mengingat kawasan tersebut memiliki fungsi vital sebagai penyangga sumber mata air dan pencegah bencana alam seperti tanah longsor. Masyarakat menyadari bahwa kelestarian hutan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga, terutama dalam menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

“Kami ingin hutan tetap lestari. Kalau hutan rusak, sumber mata air bisa hilang dan rawan longsor. Karena itu masyarakat siap ikut menjaga dan merawat hutan,” ungkap salah satu peserta pertemuan.

Kepala Desa Jambewangi, Maskur, S.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan masyarakat yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani hutan, dan pemerintah desa dalam membangun kesadaran bersama pentingnya menjaga ekosistem hutan.

Dengan adanya sinergi tersebut, masyarakat berharap program penanaman kopi di kawasan Perhutani dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang, membuka peluang usaha baru bagi warga, sekaligus memperkuat gerakan konservasi hutan berbasis masyarakat di Desa Sidomulyo.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Warga yang hadir menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai wadah musyawarah dan edukasi lingkungan demi menjaga keberlanjutan hutan untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Sidak Tempat Hiburan Malam Ilegal dan Panggil Pengelola
Bupati Tangerang Kunjungi Bayi Bernama Moch. Maesyal Rasyid di Sepatan
Kabupaten Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Ketahanan Warga Hadapi Bencana Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Infrastruktur
Gubernur Koster dan Konjen Zhang Bahas PSEL, Digitalisasi hingga Ekspor Buah Bali
YPS Darun Najah Banyuwangi Gelar Wisuda Tahfidz, 234 Siswa Raih Syahadah
Bertemu Nelayan Lateng, Zulhas Siapkan Cold Storage dan Jaminan Harga Ikan
Hampir Seabad Tak Pernah Kering, Sumber Gedor Jadi Wisata Edukasi Banyuwangi
Dari Pelayanan Publik hingga UMKM Digital, Smart Kampung Banyuwangi Diapresiasi ASEAN

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Tangerang Sidak Tempat Hiburan Malam Ilegal dan Panggil Pengelola

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:24 WIB

Bupati Tangerang Kunjungi Bayi Bernama Moch. Maesyal Rasyid di Sepatan

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:37 WIB

Kabupaten Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Ketahanan Warga Hadapi Bencana Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Infrastruktur

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:29 WIB

Gubernur Koster dan Konjen Zhang Bahas PSEL, Digitalisasi hingga Ekspor Buah Bali

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:48 WIB

Masyarakat Sidomulyo dan KTH Berkah Abadi Bahas Penanaman Kopi di Lahan Perhutani, Perkuat Komitmen Konservasi Hutan

Berita Terbaru