Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana Lapangan Karya Bakti dipenuhi kicauan burung perkutut saat digelarnya Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Wali Kota Probolinggo 2026, Minggu (10/05/2026) pagi. Ratusan sangkar berwarna-warni tampak berjajar dan menggantung di arena lomba yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Ajang tersebut diikuti sebanyak 126 peserta dengan total lebih dari 420 burung perkutut yang diperlombakan. Selain berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, peserta juga datang dari Jawa Tengah hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ketua panitia lomba, Sigit menjelaskan, perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni kelas piyek bebas, piyek junior, dan piyek hanging. Masing-masing kelas memiliki ketentuan berbeda, mulai dari usia burung, ketinggian gantangan hingga sistem penilaian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, lomba berlangsung dalam empat babak dengan durasi 45 menit setiap sesi. Penjurian dilakukan berdasarkan kualitas suara depan, suara tengah, suara ujung, irama, serta mutu suara burung.
“Peserta cukup antusias karena hadiah yang disiapkan juga menarik, mulai dari sepeda listrik hingga berbagai hadiah hiburan lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Aminuddin yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani. Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat satwa sebagai bagian dari upaya melestarikan alam.
Ia menilai keberadaan lomba seni suara burung tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pecinta perkutut, namun juga mampu menghadirkan nuansa alam yang positif di tengah kota.
Selain membuka kegiatan, Aminuddin juga memperkenalkan program budidaya burung puyuh yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Probolinggo sebagai salah satu langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena selain menyalurkan hobi, juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Daerah Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia Kota Probolinggo, Mujiman berharap Kota Probolinggo ke depan dapat dipercaya menjadi tuan rumah Liga Perkutut Indonesia tingkat nasional.
Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari Wali Kota Probolinggo yang menyatakan dukungannya agar agenda nasional pecinta perkutut itu dapat digelar di Kota Probolinggo.
Pembukaan konkurs ditandai dengan pelepasan burung perkutut ke alam bebas. Setelah itu, Wali Kota bersama panitia meninjau area gantangan dan menyapa para peserta, bahkan turut membantu menaikkan salah satu sangkar milik peserta asal Surabaya sebelum perlombaan dimulai.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo










