Dusun Balian Banyuwangi, Perkampungan Hindu dengan Potensi Seni dan UMKM Kreatif

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, dikenal masyarakat sebagai Dusun Balian. Disebut Balian karena mayoritas warganya adalah umat Hindu. Di dusun ini selain masyarakatnya yang dikenal toleransi, juga menyimpan potensi seni budaya dan ekonomi kreatif.

 

Menyusuri Dusun Patoman serasa menyusuri perkampungan di Pulau Bali. Rumah-rumah penduduknya mirip dengan rumah di Bali. Ditambah dengan bangunan pura yang berdiri di sana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Warga di sana hidup berdampingan dengan saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial. Tak heran jika dusun Patoman dikenal sebagai Kampung Pancasila, karena tolerasi antar umat beragama yang ada di sana.

 

“Selama ini tidak pernah ada masalah. Kalau umat Hindu ada kegiatan, umat lain ikut membantu. Begitu juga sebaliknya, jadi saling mengisi,” ujar Kepala Dusun Patoman Tengah, I Gede Yuda Permana, saat mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) Patoman, pada 7 Mei 2026 lalu.

 

Di Dusun Balian, terdapat Pura Desa yang tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat. Anak-anak hingga remaja rutin belajar agama, tari tradisional, gamelan, dan berbagai kesenian daerah lainnya.

 

Keberadaan pusat budaya tersebut dinilai penting untuk menjaga tradisi lokal sekaligus membentuk ruang kreatif bagi generasi muda di Banyuwangi.

 

Selain dikenal sebagai kampung seni, Dusun Balian juga memiliki pelaku UMKM kreatif yang berkembang pesat. Salah satunya usaha seni ukir kayu dan pasir milik Kayan Suartana.

 

Kayan merintis usahanya di Banyuwangi sejak tahun 2000 sambil aktif sebagai seniman tari dan musik tradisional.

 

Dedikasinya melestarikan budaya melalui seni ukir membuatnya menerima penghargaan tali kasih dari mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 2015.

 

Kini, usaha Kayan berkembang dengan memproduksi berbagai kerajinan berbahan kayu dan pasir pantai. Produknya meliputi ornamen rumah hingga patung artistik yang dipasarkan ke Bali, Nganjuk, hingga Jawa Tengah.

 

Potensi ekonomi Dusun Patoman tidak hanya berasal dari sektor seni dan budaya. Warga juga mulai mengembangkan budidaya Cabe Jawa atau Cabe Puyang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

Salah satu petani, Made Ardana, mengembangkan tanaman tersebut di lahan sekitar 3.000 meter persegi dengan sekitar seribu pohon.

 

“Perawatannya lebih simpel dibanding cabai biasa. Setelah dipanen tinggal direbus lalu dijemur sekitar tiga hari,” katanya.

 

Made menjelaskan, satu kilogram Cabe Jawa basah menghasilkan sekitar tiga ons setelah dikeringkan dengan harga jual Rp85 ribu/kg.

 

Permintaan pasar terhadap Cabe Jawa disebut masih tinggi. Bahkan hasil panen warga telah dipasarkan hingga luar negeri, seperti Jepang dan China, untuk kebutuhan industri kosmetik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi
PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:24 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Rabu, 16 September 2026 - 05:11 WIB

Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Berita Terbaru