PAKAK KRESEK MAJANG, PISANG ASLI LUMAJANG TAHAN PENYAKIT

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Pisang Pakak Kresek Majang merupakan pisang unggulan asli Kabupaten Lumajang, saat ini petani di Kecamatan Ranuyoso terus bersemangat membudidayakannya karena memiliki banyak keunggulan disamping harganya yang tinggi.

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) mandiri yang dikawal Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) bekerja sama dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) seluas 0,4 ha di Kelompok Tani (Poktan) Pager Gunung Dusun Lemah Gatel Desa Jengrong menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjadi rujukan para petani, dari 350 pohon pisang yang berusia 5 bulan ini secara fisik sudah terlihat sangat sehat, secara spesifik pisang ini tahah terhadap penyakit layu Fusarium sp dan pseudomonas sp.

Sarui, ketua poktan menuturkan keyakinannya bahwa pisang ini bisa membawa kesejahteraan pada petani,
“Dapat dilihat pohon pisang kami sangat sehat dan mulai ada bungkil anakan, pisang belum buah saja, kami sudah dapat pesanan bibit sejumlah 300 batang. Alhamdulillah kerja keras kami dengan bimbingan dan arahan dari petugas hasilnya mulai kelihatan,” tutur Saru’i.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Reza Woro Prasasti, SP petugas POPT Kecamatan Ranuyoso menjelaskan bahwa pohon pisang yang di tanam dilahan ini merupakan ilmu baru yang di terapkan anggota poktan,
“Mereka membuat bibit sendiri dari pecah bonggol pisang yang kemudian di tanam di polybag, dari bibit saja petani bisa menghemat jutaan rupiah disamping itu petani akan paham tentang karakter pisang ini,” jelas Reza.

Waspodo Budi, koordinator POPT Kabupaten Lumajang menyampaikan Kegiatan SL PHT yang kita gagas mandiri dengan poktan sudah membuahkan hasil yang positif agen hayati yang kita masukkan ketanah berupa trikoderma, sp dan metarizium tujuan nya adalah menyehatkan tanah sebagai bagian penting dalam budi daya pisang,
“Ibarat kita mau pergi kemah jika perbekalan lengkap maka halangan apapun bisa kita antisipasi dari awal, inilah gunanya SL bagi petani, jadi sebelum benih ditanam petani sudah paham dengan apa yang harus dilakukan dan kebutuhan tanamannya juga disiapkan,” ujar Waspodo Budi, pada media ini, Senin (04-05-2026).

Sementara itu Ketua P3NA Jawa-Timur menegaskan wilayah utara Kabupaten Lumajang memiliki primadona baru yaitu pisang pakak kresek,

“Ke depan kami berharap agar peredaran bibit pisang ini harus tetap dikontrol dan di awasi sebarannya, hal ini perlu dilakukan agar “harga yang tinggi” bisa dipertahankan, dan kami berharap ada kebun pisang yang monokultur terwujud sebagai etalase di wilayah utara. Kita sudah kehilangan “Alpukat Desa Alun Alun” yang sudah diklaim sebagai alpukat dari Kabupaten sebelah, maka pisang ini harus dijaga dan dikawal betul agar populasinya bisa terdeteksi akurat. Dengan ini kami berharap adanya dukungan dari rekan rekan PPL, Pemerintah Desa dan Kecamatan bersinergi untuk menjaga jawara pisang ini tetap menjadi yang terbaik,” tungkas Ketua P3NA Jatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB