BREBES,BUMIAYU, GarudaXpose.com//— PSSI Kabupaten Brebes resmi mengatur jadwal Open Tournament sepakbola wilayah selatan tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat persiapan yang digelar Sabtu sore, 2 Mei 2026, di Samasta Caffe Bumiayu Lantai 2.
Rapat dihadiri langsung oleh Heri Fitriansyah selaku Ketua PSSI Kabupaten Brebes, didampingi Drs. Bambang Purwanto sebagai Bendahara, dan Tri Boedi Hermanto dari Bidang Kompetisi. Hadir juga para calon ketua panitia dari berbagai turnamen di wilayah selatan.
Sepakbola Selatan Sudah Maju, Jangan Lagi Sekadar “Kletik”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Heri Fitriansyah mengaku senang sekaligus bangga dengan perkembangan sepakbola di wilayah selatan Brebes.
“Saya datang ke sini sangat senang karena sepakbola di selatan ini sudah betul-betul terasa. Dulu hanya kletik dan potensi, sekarang sudah maju,” ujarnya.
Heri bercerita, dirinya bukan orang baru di dunia turnamen. Dia pernah jadi ketua, donatur, bahkan pernah urus turnamen sendiri. “Saya paham susahnya dari nol sampai hadiah Rp2.500. Ngurus pemain sampai ke rumah sakit juga sudah pernah. Jadi saya tahu rasanya di lapangan seperti apa.”
Ia juga membandingkan kondisi dengan pengalamannya saat di Banyumas. “Saya kaget, di Banyumas yang kelihatannya sepakbolanya lebih baik dari Brebes, ternyata lebih kacau. Mulai dari penataan turnamen internal sampai pengurusnya. Jadi Brebes selatan ini justru punya semangat yang bagus.”
PSSI Harus Jadi Jangkar, Turnamen Wajib Profesional
Heri menegaskan, PSSI Kabupaten Brebes harus jadi “jangkar” atau patokan utama untuk semua aturan turnamen. Tujuannya agar setiap turnamen bisa berjalan baik sebagai hiburan, wadah prestasi, dan tetap aman untuk masyarakat.
Namun ia menyadari ada kendala di wilayah selatan. “Lapangan terbatas, dan soal wasit juga tidak mudah. Kita sering harus kirim wasit dari Brebes utara, bahkan pinjam dari Bandung. Di sana honor Rp200 ribu satu paket sudah jalan. Di sini Rp500 ribu saja masih diprotes. Artinya standar pendukung turnamen kita memang belum ideal,” jelasnya.
Karena itu, PSSI akan hadir memberi rekomendasi agar lapangan, perangkat pertandingan, dan panitia bisa memenuhi standar.
Bedakan Turnamen Profit dan Non-Profit
Heri juga menjelaskan ada dua jenis open turnamen yang harus dipahami panitia:
Turnamen Profit: Tujuannya cari untung. Ada penjualan tiket dan biaya pendaftaran tim.
“Kalau sudah masuk area profit, berarti sudah ada plan bisnis. Hak peserta harus jadi prioritas. Jangan sampai hadiah telat, dicicil, atau lebih parah tidak bisa diselesaikan. Peserta datang harus dihargai, main juga dilayani dengan baik,” tegas Heri.
Turnamen Non-Profit: Tujuannya hanya kemeriahan dan prestasi. Tidak mengejar untung.
“Biasanya cukup dari parkir dan operasional harian. PSSI juga tidak akan menyamakan perlakuan dengan yang profit.”
Heri meminta komitmen semua panitia agar kasus-kasus lama tidak terulang. “Pernah terjadi di Bumiayu, rebutan hadiah, ricuh. Kita antisipasi dari awal. Kalau hanya sekadar jalan, serahkan ke PSSI. Tapi kita mau turnamen ini sukses, panitianya dapat nama baik, suporter juga aman.”
Jadwal Resmi Open Tournament Wilayah Selatan 2026
Setelah rapat dengan para calon ketua panitia, PSSI Brebes akhirnya menyusun jadwal agar tidak ada turnamen yang bentrok. Turnamen akan berjalan dari Mei hingga Agustus 2026.
Berikut rincian jadwalnya:
null
“Jadwal ini kita atur bareng-bareng biar semua panitia merasa adil dan bisa maksimal. Mulai Mei sampai Agustus, insya Allah semua kompetisi di wilayah selatan bisa jalan,” ujar Heri usai rapat.
Harapan untuk Masyarakat Selatan dan Komitmen PSSI
Menutup wawancara, Heri berharap rangkaian turnamen ini benar-benar jadi tontonan positif bagi warga.
“Mudah-mudahan ini bisa memberi hiburan yang positif untuk masyarakat wilayah selatan. Sepakbola, insya Allah, tetap jadi hiburan favorit yang ada di tengah-tengah masyarakat kita,” ucapnya.
Heri juga menekankan, PSSI Brebes tidak ingin sekadar jadi pengawas dari jauh. “Kami tidak merasa paling pintar. Kami juga tidak paham betul karakteristik tiap wilayah. Tapi situasi umumnya kami paham. Makanya waktu Pak Herman dari Bidang Kompetisi lapor ada 6 pengajuan turnamen yang waktunya beririsan, langsung kita duduk bareng.”
Ia berpesan ke semua pihak agar menjaga marwah sepakbola Brebes. “Turnamen ini bukan cuma soal piala. Ini soal kepercayaan. Kalau panitia amanah, peserta senang, penonton nyaman, nama Brebes selatan akan harum. PSSI siap kawal dari awal sampai akhir. Jangan sampai ada yang dirugikan.”
Dengan jadwal yang sudah tertata dan komitmen bersama, Heri optimistis atmosfer sepakbola di Brebes selatan akan makin hidup. “Biar anak-anak muda punya wadah, UMKM jalan, dan warga terhibur. Yang penting tertib, sportif, dan saling jaga,” pungkasnya.red**
(Gus)









