BREBES,Bumiayu,GarudaXpose.com//– Babak 16 Besar Arsyila Farm Cup 2026 di Lapangan Asri Bumiayu, Sabtu 2 Mei 2026 sore, jadi panggung pertaruhan gengsi dua tim bertetangga. Singa Muda FC Terlaya akhirnya membungkam HW FC Sirampok dengan skor tipis 1-0, sekaligus mengunci tiket ke babak 8 besar.
Kick-off pukul 15.30 WIB langsung panas. Belum genap 15 menit, publik Lapangan Asri dibuat melompat. Umpan terobosan Kapten Ali, nomor punggung 14, disambar Wildan bernomor 7 dengan tendangan placing ke tiang jauh. Gol semata wayang menit 14 itu bak petir di siang bolong. Kiper HW FC hanya terpaku. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum meski HW FC Sirampok terus menggedor. Solidnya duet bek Singa Muda dan ketenangan Ali sebagai jenderal lapangan sukses memutus setiap alur serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masuk babak kedua, tensi naik berkali lipat. Pelatih HW FC mengubah skema jadi lebih menyerang. Jual beli serangan tak terhindarkan. Kartu kuning sempat keluar dari saku wasit Yogi asal PSSI Brebes untuk meredam duel keras di lini tengah. Beberapa peluang emas HW FC kandas di tangan kiper Singa Muda yang tampil gemilang. Di sisi lain, serangan balik Singa Muda nyaris menggandakan keunggulan, tapi mistar gawang jadi penyelamat HW FC. Hingga peluit panjang plus injury time 3 menit, papan skor tak berubah 1-0.
Laga ini terasa istimewa karena dipantau langsung jajaran PSSI Kabupaten Brebes. Ketua Heri Fitriansyah hadir bersama Bendahara Drs. Bambang Purwanto dan Kabid Pengawas Pertandingan H. Dahudin. Mereka didampingi Ketua Panitia Arsyila Farm Cup 2026, Syamsul alias Aman Negara, pengusaha muda peternakan yang konsisten menghidupkan sepakbola zona selatan. Perangkat pertandingan pun bukan kaleng-kaleng. Wasit Yogi memimpin tegas, dibantu Pengawas Pertandingan Fajar Restu memastikan regulasi ketat.
Meski kondisi Lapangan Asri sedikit becek usai diguyur hujan, determinasi pemain justru meledak. Pemain kerap terpeleset, tapi semangat tak luntur. “Lapangan boleh becek, tapi kualitas main tidak boleh becek. Hari ini saya lihat nyali dan talenta luar biasa. Wasit juga tegas. Ini standar yang harus dijaga,” tegas Heri Fitriansyah di pinggir lapangan.
Ribuan pasang mata memadati tribun darurat. Antusiasme tak surut. Sorak-sorai, yel-yel, dan tabuhan galon bekas bersahutan sepanjang laga. Celoteh reporter sepakbola lokal yang menirukan komentator nasional dengan logat ngapak khas Bumiayu sukses memecah ketegangan. Penonton dan pemain ikut tertawa di tengah duel sengit.
Bagi Heri, monitoring ini bukan sekadar seremoni. Ada tiga misi utama: memastikan turnamen berjalan fairplay, menilai kualitas wasit daerah, dan memetakan talenta muda potensial. “Arsyila Farm Cup bukan tarkam biasa. Ini kawah candradimuka pemain Brebes selatan. Dari sini bisa lahir pemain untuk Persab Brebes bahkan Liga 3,” tandasnya.

Syamsul selaku tuan rumah menambahkan komitmennya. “Arsyila Farm Cup buka ruang untuk anak muda. Tahun depan hadiah dan kualitas turnamen akan kami tingkatkan,” ujarnya.
Kemenangan ini membuat Singa Muda FC Terlaya melenggang ke 8 besar. Sebaliknya, HW FC Sirampok harus angkat koper lebih awal dan menelan pil pahit tersingkir. Skuad HW FC tertunduk lesu saat Singa Muda bersorak merayakan tiket perempat final.
Arsyila Farm Cup/Aman Negara- 2026 membuktikan zona selatan Brebes bukan lagi pinggiran sepakbola. Dengan pengawasan langsung PSSI dan dukungan pengusaha lokal, turnamen ini naik kelas jadi etalase bakat. Kini publik Bumiayu menanti, sanggupkah Singa Muda FC Terlaya menjaga konsistensi hingga partai final, pungkasnya.red**
(Gus/Sumber Berita Aman Negara)









