BREBES,GarudaXpose.com//-Libur Hari Buruh Internasional di Dukuh Talok, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, berubah jadi tragedi berdarah pada Jumat (1/5/2026) pukul 07.44 WIB. Lima remaja putri yang diduga asyik swafoto di atas bantalan rel Km 313+5 tak sempat menghindar saat KA 302 kereta parsel relasi Jakarta–Surabaya melintas kencang. Tiga korban tertemper keras. Satu tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan, dua lainnya kritis dan kini bertarung nyawa di ICU RSUD Bumiayu.
Detik-Detik Mencekam: Suling Lokomotif Tak Digubris
Menurut Tarsono, 54, warga yang sawahnya persis di sisi rel, kelima remaja itu datang sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka duduk di rel, bergantian mengambil foto dengan latar belakang jembatan.
“Saya sudah teriak-teriak dari galengan. ‘Nduk, minggir, sepur arep liwat!’ Tapi mereka ketawa-ketawa, katanya masih lama,” tutur Tarsono dengan suara bergetar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 14 menit kemudian, KA 302 dengan lokomotif CC 2017804 muncul dari tikungan barat. Suling dibunyikan panjang berkali-kali. Tiga korban diduga panik, justru berlari searah laju kereta. Tubuh Tantri Syafa’atunnisa, 15, terpental hingga 10 meter ke sisi selatan rel. Dua rekannya terlempar ke parit. Sementara dua remaja lain berhasil melompat ke semak dan selamat, meski syok berat.
Masinis KA 302 langsung melakukan pengereman darurat dan berhenti luar biasa atau BLB di Km 314. Ia melaporkan kejadian ke Stasiun Bumiayu pukul 07.47 WIB. Tak sampai 10 menit, ambulans, Polsek Bumiayu, Polsuska Daop 5, dan Koramil 08/Bumiayu tiba di lokasi.
Identitas Korban: Tangis Pecah di IGD RSUD Bumiayu
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto membenarkan seluruh korban dievakuasi ke RSUD Bumiayu. Suasana haru pecah di IGD saat keluarga korban berdatangan.
null
Dua remaja yang selamat, N.A, 16, dan S.R, 17, masih dimintai keterangan di Mapolsek Bumiayu dengan didampingi orang tua dan psikolog. Keduanya trauma berat dan belum bisa memberi keterangan lengkap.
“Petugas gabungan langsung sterilisasi lokasi dan olah TKP. Kami imbau keras ke orang tua: awasi anak-anak. Rel itu bukan tempat konten, bukan tempat nongkrong. Nyawa taruhannya,” tegas AKP Edi.
KAI Daop 5: Ini Kelalaian yang Berulang, Sudah 7 Korban Tahun Ini
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyampaikan duka mendalam. Ia menyebut Km 313+5 bukan perlintasan resmi, melainkan jalur lurus yang kerap dijadikan lokasi foto oleh warga.
“Ini murni pelanggaran. Ruang manfaat jalur KA atau Rumaja sejauh 6 meter kanan-kiri dari rel adalah area steril. Tidak untuk aktivitas apa pun selain operasi KA. Kereta 60 km/jam butuh 800 meter untuk berhenti. Masinis sudah bunyikan suling, tapi kalau orang di rel, tabrakan tak terhindarkan,” jelas As’ad.
As’ad membeberkan data: sepanjang Januari–Mei 2026, sudah 7 orang tewas tertemper KA di wilayah Daop 5. Mayoritas korban remaja yang beraktivitas di rel demi konten media sosial.
KAI kembali mengingatkan ancaman UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 199: siapa pun yang masuk Rumaja tanpa hak dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp15 juta.
Langkah Tegas: Patroli Diperketat, Kades Diminta Turun Tangan
Hingga pukul 11.00 WIB, garis polisi masih terpasang. Unit Inafis Polres Brebes selesai olah TKP pukul 10.15 WIB. Bangkai KA 302 diberangkatkan kembali pukul 08.33 WIB setelah dinyatakan aman, dengan keterlambatan 46 menit.
Sebagai tindak lanjut, KAI Daop 5 akan menambah patroli Polsuska di titik rawan Km 312–Km 315 Bumiayu. Koordinasi dengan Kades Dukuhturi juga dilakukan untuk memasang spanduk peringatan permanen dan portal di jalan tikus menuju rel.
“Duka ini harus jadi yang terakhir. Kami minta sekolah libur panjang ini aktif ingatkan siswa. Jangan sampai demi likes, nyawa melayang,” tutup As’ad.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Rel kereta api bukan studio foto. Sekali lengah, tak ada kesempatan kedua.red**
(Gus)













