BREBES,GarudaXpose.com//-Ambisi Kabupaten Brebes mencetak desa mandiri makin nyata. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Brebes resmi membuka tirai penilaian Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten 2026, Selasa (28/4/2026).
Desa Mundu, Kecamatan Tanjung, jadi pembuka yang langsung dikunjungi Tim Penilai Kabupaten. Desa ini masuk lima besar nominator bersama Desa Laren Kecamatan Bumiayu, Desa Tanggeran Kecamatan Tonjong, Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom, dan Desa Kertasinduyasa Kecamatan Jatibarang.
Bukan Sekadar Panggung Juara
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Brebes, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sumarno, menegaskan lomba ini jauh dari kata seremonial. Ini instrumen resmi untuk mengukur nadi pemerintahan desa sekaligus memantik inovasi lokal.
“Sebagus apa pun program pemerintah, tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat, keberhasilan tidak akan maksimal,” tegas Sumarno saat membacakan sambutan Bupati.
Untuk itu, Pemkab Brebes tak main-main. Tim ahli lintas OPD diterjunkan dan membagi fokus penilaian ke tiga bidang krusial: Pemerintahan, Kewilayahan, dan Kemasyarakatan. Total ada tujuh tim juri yang menyisir detail, mulai dari data penduduk, pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga peran TP PKK.
Wajib Gali Potensi, Jangan Tunggu Bantuan
Sumarno menekankan era sekarang desa dituntut lebih responsif. “Desa harus mampu mengelola potensi SDA dan SDM secara optimal agar dampaknya nyata bagi kesejahteraan warga. Pemda akan terus fasilitasi lewat bimbingan dan bantuan agar desa-desa di Brebes segera mandiri,” ujarnya.
Kepala Dinpermades Brebes, Subagyo, menjelaskan lomba ini merupakan amanat Permendagri No. 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
“Kegiatan ini alat evaluasi sejauh mana tingkat perkembangan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ini rutin tahunan berjenjang dari kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ucap Subagyo.
Prosesnya ketat. Dari 17 desa yang diusulkan tiap kecamatan, hanya lima yang lolos screening tim juri. “Juara satu tingkat kabupaten akan lanjut bertarung di tingkat provinsi,” jelasnya.
Kabid Bina Pemerintahan Desa, M Darmawan Adinugroho, menambahkan, penilaian merujuk lampiran Permendagri. Periode yang dievaluasi adalah capaian Januari hingga Desember. “Indikatornya jelas: bidang pemerintahan desa, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Profil desa dan program unggulan jadi poin penting,” terang Adi.
Mundu: Jadikan Lomba Sebagai Cermin
Kepala Desa Mundu, Wukirno, melihat kepercayaan ini sebagai momentum emas. Baginya, keikutsertaan Desa Mundu adalah proyeksi strategis untuk naik kelas.
“Fokus utama kami bukan sekadar kompetisi. Ini tentang pembenahan administrasi serta penguatan sinergi antarlembaga desa,” ujar Wukirno di sela kegiatan.
Ia secara khusus berterima kasih kepada Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dan BPD atas dukungan penuh. Menurutnya, evaluasi ini adalah cermin untuk melihat efektivitas pelayanan.
“Melalui lomba ini, kami bisa refleksi internal. Sejauh mana kerja sama tim sudah solid. Hasilnya akan menjadi fondasi dan pijakan kuat untuk membangun Desa Mundu yang jauh lebih baik, lebih maju, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkasnya.
Lomba desa ini diharapkan menular ke 291 desa dan 5 kelurahan lain di Brebes. Target akhirnya bukan piala atau piagam, melainkan perubahan nyata: desa yang mandiri, warganya sejahtera, dan pembangunan yang berkelanjutan.red*
(Gus)










