BREBES,GarudaXpose.com//-Suasana haru bercampur optimisme menyelimuti Aula Lapas Kelas IIB Brebes, Rabu, 29/4/2026. Tongkat komando resmi beralih dari Gowim Mahali kepada Mudo Mulyanto melalui prosesi Serah Terima Jabatan dan kenal pamit yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Menuntaskan pengabdian selama satu tahun dua bulan, Gowim Mahali tak mampu menyembunyikan kedekatannya dengan Bumi Brebes. Di hadapan tamu undangan, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh stakeholder yang telah menjadi mitra strategis selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, kolaborasi solid dengan Forkopimda, OPD, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat menjadi kunci utama lancarnya seluruh program pembinaan dan pengamanan di dalam lapas.
“Terima kasih kepada semua stakeholder yang sudah menerima saya dengan tangan terbuka. Saya pulang membawa banyak saudara dari Brebes. Jujur, selama bertugas di sini tidak ada aral rintangan berarti. Semua berjalan lancar berkat dukungan kalian. Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Lapas Brebes. Kalian luar biasa,” ucap Gowim dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama kepemimpinannya, Gowim dikenal aktif membangun komunikasi eksternal dan memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan. Kini, ia akan melanjutkan dedikasi sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap. Gowim berpesan agar kekompakan dan sinergi yang sudah terbangun di Brebes terus dijaga, bahkan ditingkatkan di bawah kepemimpinan baru.
Tongkat estafet kini resmi berada di tangan Mudo Mulyanto. Pria yang sebelumnya sukses menakhodai Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Aceh itu, datang dengan rekam jejak yang mumpuni di bidang pembinaan dan keamanan. Dalam sambutan perdananya sebagai Kalapas Brebes, Mudo langsung menegaskan arah kebijakannya. Ia tidak akan membongkar pondasi baik yang sudah dibangun, namun berkomitmen melakukan akselerasi di tiga sektor prioritas.
“Sambutan hangat hari ini menjadi energi awal bagi saya. Ini amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ke depan, kami akan menjaga sinergi yang sudah solid ini, sekaligus mendongkrak kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan program pembinaan warga binaan, dan memperkuat sistem keamanan lapas secara profesional dan humanis,” papar Mudo.
Lebih jauh, Mudo menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap lini pembinaan. Baginya, lapas bukan sekadar institusi pemidanaan, melainkan rumah pembinaan untuk mengembalikan warga binaan menjadi insan yang berdaya dan produktif saat kembali ke masyarakat. Ia juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen di Kabupaten Brebes.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Hasan Basri, yang turut menyaksikan prosesi sertijab, menyampaikan pesan khusus. Ia meminta agar transisi kepemimpinan ini menjadi momentum untuk meningkatkan capaian kinerja. “Jaga marwah organisasi. Terus berinovasi dalam pembinaan, zero pelanggaran, dan pastikan layanan kepada masyarakat maupun warga binaan berjalan maksimal,” tegasnya.
Prosesi sertijab turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes, sejumlah kepala OPD terkait, perwakilan APH, tokoh masyarakat, serta seluruh jajaran petugas Lapas Brebes. Acara ditutup dengan pemberian cenderamata, ramah tamah, dan foto bersama.
Pungkasnya, pergantian nakhoda di Lapas Kelas IIB Brebes bukan sekadar seremoni pergantian pejabat. Ini adalah estafet pengabdian untuk memastikan roda pembinaan terus berputar. Dengan kepemimpinan Mudo Mulyanto, Lapas Brebes diharapkan mampu berakselerasi menjadi lembaga pemasyarakatan yang unggul dalam pembinaan, berintegritas dalam pelayanan, dan tangguh dalam menjaga stabilitas keamanan demi Brebes yang lebih kondusif.red*
(Gus)











