BREBES,GarudaXpose.com//-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog terus menunjukkan progres signifikan. Selasa 28/4/2026, Satgas TMMD bersama masyarakat fokus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali bencana berupa talud penahan jalan dan penguatan tebing sungai.
Langkah ini dinilai strategis karena Desa Sridadi berada di kawasan lereng Gunung Slamet yang memiliki kontur tanah labil. Saat musim hujan, wilayah tersebut kerap dilanda longsor dan luapan air sungai yang mengancam pemukiman serta lahan pertanian warga.
Gotong Royong di Medan Menantang Pantauan di lapangan, puluhan personel Satgas TMMD bahu-membahu bersama warga sejak pagi. Mereka mengangkut material batu, pasir, dan semen ke titik pembangunan yang berada di area perbukitan dengan akses cukup terjal. Meski medan menantang, semangat gotong royong membuat seluruh pekerjaan berjalan sesuai target harian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cuaca kadang tidak menentu, tapi kami tetap semangat. Ini untuk keselamatan kampung kami juga,” ujar Karso, salah satu warga yang ikut bekerja.
Progres Fisik: Talud 50%, Jembatan 40%
Hingga hari ini, capaian sasaran fisik terus meningkat. Pembangunan talud penahan jalan baru sepanjang 130 meter telah mencapai 50 persen. Talud setinggi rata-rata 1,5 meter ini diproyeksikan mampu menahan badan jalan dari gerusan air hujan yang turun dari perbukitan.
Sementara untuk penguatan jembatan, Satgas TMMD memasang bronjong kawat berisi batu kali pada bagian koper abutmen dan sayap jembatan. Fungsi bronjong ini untuk menahan tanah di tebing sungai agar tidak tergerus derasnya aliran air. Di sisi lain, pengecoran abutmen jembatan dengan dimensi panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 2 meter juga terus dikebut. Total progres penguatan jembatan sudah 40 persen.
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int selaku Dansatgas TMMD yang meninjau langsung ke lokasi menegaskan, seluruh pembangunan ini murni untuk kepentingan mitigasi.
“Talud dan penguatan tebing sungai ini langkah preventif. Daripada menunggu bencana datang, lebih baik kita siapkan pertahanannya dari sekarang. Ini bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam melindungi dan mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Sasaran Non Fisik Perkuat Kesiapsiagaan Warga
Selain kebut sasaran fisik, TMMD Sengkuyung II juga menyasar pembangunan non fisik. Letkol Ambariyantomo menyebut, pihaknya telah mengagendakan serangkaian penyuluhan yang digelar di Balai Desa Sridadi. Materi yang diberikan antara lain wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme, penyuluhan kesehatan tentang PHBS dan stunting, penyuluhan pertanian terkait penggunaan pupuk organik, serta edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi mandiri.
“Kesiapsiagaan warga itu kunci. Infrastruktur kuat harus dibarengi dengan masyarakat yang paham cara bertindak saat darurat,” tambahnya.
Warga: Pembangunan Ini Sudah Lama Dinanti
Kepala Desa Sridadi, Warsono, mengaku bersyukur desanya menjadi lokasi TMMD tahun ini. Menurutnya, talud dan jembatan yang sedang dibangun merupakan urat nadi perekonomian warga. Jalan tersebut menjadi akses utama anak sekolah dan jalur distribusi hasil bumi seperti sayur, kopi, dan cengkeh ke pasar Sirampog.
“Dulu kalau hujan deras, kami was-was jalan longsor atau jembatan tergerus. Alhamdulillah sekarang ada TNI yang bantu. Warga jadi lebih tenang dan hubungan kami dengan bapak-bapak tentara makin dekat karena setiap hari kerja bareng,” ungkap Warsono.
Ia berharap, setelah TMMD selesai, akses warga menjadi lebih aman dan lancar, sehingga roda ekonomi desa bisa berputar lebih cepat.
Menutup keterangannya, Dandim 0713/Brebes menyampaikan optimismenya bahwa seluruh target TMMD akan selesai tepat waktu sebelum penutupan. Sinergi TNI, Pemda Brebes, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi modal utama.
Penambahan di versi ini:suasana kerja: Tambah detail warga bernama Karso biar lebih hidup
Detail teknis: Tinggi talud rata-rata 1,5 meter untuk konteks
Alur ekonomi: Dijelaskan hasil bumi Sridadi: sayur, kopi, cengkeh
Penutup “pungkasnya”: Kutipan Dandim di akhir sebagai closing berita
Nama Kades: Ditambah nama “Warsono” biar beritanya lebih lengkap seperti berita rilis resmi
Semua data inti 50% talud 130 m dan 40% jembatan 4x5x2 m tetap aman tidak berubah.red*
(Gus)











