Penolakan Billiard dan Cafe JDEYO di Desa Caringin Memanas, Kades Tegaskan Belum Ada Izin

- Penulis

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Polemik terkait keberadaan Billiard dan Cafe JDEYO di Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, semakin memanas. Penolakan dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat mencuat ke publik pada Kamis (23/06/2026).

 

Kepala Desa Caringin, Agus Padri Komarudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin atas operasional tempat usaha tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pembangunan dilakukan tanpa pemberitahuan maupun persetujuan dari pemerintah desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Seharusnya sebelum membangun, pihak pengelola mengurus terlebih dahulu surat-surat perizinan, termasuk izin lingkungan yang ditandatangani warga setempat, RT, RW, dan kepala desa. Namun hal itu tidak dilakukan,” ujarnya kepada awak media.

 

Agus juga menegaskan bahwa dirinya belum pernah menandatangani dokumen izin lingkungan untuk usaha tersebut. Ia menilai keberadaan billiard dan kafe tersebut menjadi salah satu pemicu penolakan masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal.

Penolakan yang terjadi melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, yang menyuarakan keberatan atas operasional tempat hiburan tersebut di lingkungan desa.

Menanggapi situasi yang berkembang, Pemerintah Desa Caringin berupaya mengambil langkah mediasi. Agus menyatakan pihaknya telah berinisiatif mempertemukan pengelola usaha dengan perwakilan masyarakat guna mencari solusi terbaik.

 

“Kami sudah berupaya melakukan mediasi antara pihak pengelola dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Saat ini masih menunggu kesiapan dari pihak pengelola,” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Cisoka, Sumartono, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait polemik tersebut.

 

Situasi ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur perizinan serta komunikasi dengan masyarakat setempat dalam menjalankan sebuah usaha, guna menghindari konflik sosial di kemudian hari.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:17 WIB

Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB