Hari Somaribek Pada Wareg Villa Ubud Dipelaspas, Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP : Villa Ini Dipadukan Dengan Arsitektur Tradisional Bali Menghadirkan Suasana Tenang

- Penulis

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Somaribek merupakan hari baik bagi umat Hindu karena hari Somaribek merupakan peluang sangat baik untuk umat Hindu melaksanakan upacara, karena sebelumnya merupakan runtutan dari hari suci Saraswati, Banyupinaruh dan Somaribek, karena kepercayaan Bali Somaribek memang hari baik untuk membuka usaha bertepatan dengan semua bangunan sudah selesai.

“Hari ini mengambil upacara melaspas sekaligus grand opening, karena terkait dengan kegiatan ini kami lakukan selama dua tahun, dan hari ini sudah finishing semua bisa melaksanakan upacara, artinya sudah bisa kita jual kepada wisatawan baik lokal maupun asing,” kata Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP Owner Pada Wareg Villa Ubud kepada Garudaxpose.com di sela – sela upacara mecaru, melaspas dan grand opening di Sanding, Tampaksiring, Gianyar, Bali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP menjelaskan konsep pembangunan Pada Wareg Villa Ubud, memang dari awal konsepnya tidak menebang banyak pohon dan di sekitarnya banyak buah – buahan dan tumbuhan, ini adalah konsep awal bagaimana memadukan antara konsep tradisional dengan alam, sehingga wisatawan merasa nyaman dan tenang untuk menikmati keindahan alam yang masih asri di tempat lain belum tentu ada, makanya konsep ini dipadukan dengan alam dengan situasi dan kondisi yang masih alami seperti saat ini.

Ketika disinggung mengapa menggunakan nama Pada Wareg Villa Ubud, Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP menjelaskan, bahwa mengenai nama Pada Wareg memang dari awal cikal bakal berdiri restoran dan tempat rekreasi namanya Pada Wareg, karena Pada Wareg merupakan konsep dari penglingsir, yang memberi nama ini adalah penglingsir Puri Pejeng yang artinya bersama – sama menikmati kebahagiaan, bersama – sama merasakan ketenangan dan bersama – sama pada wareg, bukan kepada pemiliknya saja tetapi pengunjung yang menginap dapat kenyamanan untuk bersama – sama menikmati indahnya alam serta kondisi lingkungan yang asri.

“Memang awalnya Pada Wareg konsep rekreasi, namun karena keterbatasan tempat parkir, kalau tempat rekreasi dan restoran harus mempunyai tempat parkir yang luas, sehingga kita segera merubah dari tempat rekreasi restoran menjadi Pada Wareg Villa Ubud dengan parkir yang cukup,” kata Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP.

Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP menjelaskan, kalau tempat rekreasi dan restoran tentunya harus mempunyai tempat parkir yang cukup luas, karena mobil pengunjung perlu sebuah tempat parkir, tetapi kalau villa seperti sekarang ini pengunjung baik wisatawan domistik maupun mancanegara cukup naik grab, gojek jadi tidak perlu tempat parkir makanya kita rubah dari tempat rekreasi dan restoran menjadi villa.

“Mudah – mudahan dengan perpaduan antara panorama alam dan lingkungan yang asri disini ada tebing, sungai yang airnya jernih nantinya mendukung keberadaan Pada Wareg Villa Ubud ini, serta wilayah di Tampaksiring tidak macet di dukung beberapa obyek wisata seperti Tirta Empul, Gunung Kawi dengan panorama alamnya yang asri dan indah,” jelas Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP.

Ketika disinggung mengenai situasi perang saat ini Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP menjelaskan, memang situasi sekarang bila dilihat dari segi bisnis sepertinya tidak cocok karena perang, biasanya wisatawan akan sulit datang menikmati situasi alam karena perang, namun pihaknya yakin di Bali karena sebuah pulau yang memang beda dari yang lain, selain niskala dan skala Bali banyak dikunjungi wisatawan asing yang berlibur ke Bali yaitu Europa, Asia, Australia sehingga wisatawan ini semua datang ke Bali, situasi perang pihaknya yakin Bali akan kebanjiran wisatawan yang berlibur, karena satu – satunya tempat yang masih aman, nyaman untuk dikunjungi. “Mudah – mudahan secepat mungkin perang berakhir dan Bali tetap nyaman dan aman dikunjungi wisatawan domistik dan mancanegara,” kata Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP.

Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP mengatakan, launching Pada Wareg Villa Ubud ini tersedia kamar kurang lebih diatas 10, tentunya sudah siap menerima wisatawan baik domistik maupun mancanegara, manajemen maupun karyawan sudah sangat siap melayani, tentunya kekurangan pasti ada karena pihaknya baru terjun di dunia pariwisata, tetapi dengan dasar pengalaman pernah berkunjung keluar daerah, ke hotel maupun villa tentunya tidak jauh berbeda kalau dibandingkan dengan hotel kelas mewah di luar negeri sudah pasti mewah, tetapi keunikan Bali yang kita jual, dipadukan konsep adat dan budaya sehingga betul – betul wisatawan menikmati alam yang masih asri dengan panorama yang indah salah satunya di Pada Wareg Villa Ubud.

“Untuk harga management yang mengurus, harga sewa kamar relatif nanti melihat situasi tergantung management,” kata Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP.

Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP menguraikan, dari 10 kamar saat ini tentunya suatu saat akan bertambah, pihaknya yakin akan mengembangkan ke samping pasti ada peluang, tetapi dengan kerjasama yang baik antara pemilik lahan dengan pemodal serta investor, karena wilayah ini masih asri untuk kita membangun akomodasi pariwisata salah satunya villa.

Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan informasi yang positif mengenai keberadaan Pada Wareg Villa Ubud ini, kalau ada masyarakat yang memang anaknya siap bekerja mari bekerja disini sesuai dengan bidang dan kemampuannya, yang paling penting bagaimana masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama sampah jangan berserakan baik di lingkungan maupun di jalan dan rumah sendiri, mari padukan konsep masyarakat dengan konsep pemerintah sehingga Bali tetap layak dikunjungi.

“Konsep Pade Wareg Villa Ubud ini dipadukan dengan arsitektur tradisional Bali, sehingga menghadirkan suasana yang tenang, nyaman dan autentik bagi wisatawan yang berkunjung diharapkan dapat merasakan pengalaman yang berbeda, jauh dari hiruk pikuk, sekaligus menikmati keindahan alam. Memadukan rumah tradisional dengan alam wisatawan benar – benar merasa tenang, nyaman dan menikmati suasana yang mungkin tidak mereka temukan di tempat yang lain,” pungkas Drs. I Wayan Tagel Winartha, MAP. @ (udiana)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendistribusian MBG Di Tegallalang Berjalan Lancar, Ribuan Siswa Dan Warga Terima Manfaat
Babinsa Serongga Kawal Program MBG, Ratusan Siswa SMP Negeri 4 Gianyar Nikmati Makan Bergizi
Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar IBTK Pura Agung Besakih
Screening Plastik Intensif Dilakukan, Pastikan Karya IBTK Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai
Tindak Tegas Truk Menerobos Jalur Pembuangan TPA Suwung Langsung Diturunkan 
Gubernur Koster Tekankan Mutu dan Ketepatan Waktu Soal Turyapada Tower
Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali Berani Bersuara
Pengamanan Maksimal, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Pastikan Ibadah Paskah Di Mas Berlangsung Khidmat

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 15:35 WIB

Hari Somaribek Pada Wareg Villa Ubud Dipelaspas, Drs. I Wayan Tagel Winarta, MAP : Villa Ini Dipadukan Dengan Arsitektur Tradisional Bali Menghadirkan Suasana Tenang

Senin, 6 April 2026 - 12:55 WIB

Babinsa Serongga Kawal Program MBG, Ratusan Siswa SMP Negeri 4 Gianyar Nikmati Makan Bergizi

Senin, 6 April 2026 - 09:43 WIB

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar IBTK Pura Agung Besakih

Senin, 6 April 2026 - 04:44 WIB

Screening Plastik Intensif Dilakukan, Pastikan Karya IBTK Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai

Senin, 6 April 2026 - 01:36 WIB

Tindak Tegas Truk Menerobos Jalur Pembuangan TPA Suwung Langsung Diturunkan 

Berita Terbaru

TNI POLRI

Progres Pembangunan Jembatan Garuda Pinang Coran 90 Persen

Senin, 6 Apr 2026 - 14:22 WIB