Garudaxpose.com | Bali – Penyakit yang timbul akibat iri hati, dengki sering dikaitkan dengan penggunaan ilmu hitam atau pengiwa.
Ilmu pengiwa desti atau penestian adalah bentuk sihir yang sering digunakan untuk menyakiti orang lain yang didasari rasa iri hati, hal ini tentunya sudah sangat menyimpang dari ajaran agama. Ilmu leak atau ilmu hitam yang menyalahgunakan ilmunya dapat mengirimkan penyakit gaib untuk membuat korban sakit yang dimotivasi oleh sifat iri hati. Ada juga bentuk penestian jarak jauh yang dikirim melalui kekuatan acep – acepan bertujuan menimbulkan penyakit mistis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mangku Balian Nyoman Yasa pria kelahiran Banjar/Pauman Beji, Desa Adat Timbrah, Desa Pretima, Karangasem, Bali kepada Garudaxpose.com mengatakan, orang yang kena penyakit non medis akibat ulah ilmu hitam/ilmu leak biasanya mengalami penyakit yang tidak terdeteksi secara medis, seperti sakit perut aneh, sakit punggung, lemas mendadak, atau konflik keluarga yang ekstrem secara tiba – tiba tanpa sebab yang jelas.
“Orang yang kena penyakit serangan ilmu hitam, masyarakat biasanya melakukan penglukatan dan juga minta bantuan kepada jero balian untuk menyembuhkan,” kata Mangku Balian Nyoman Yasa.
Lanjut Mangku Balian Nyoman Yasa menjelaskan, penyakit pepasangan menurut lontar usada Bali adalah bentuk serangan penyakit niskala yang dikirim atau dipasang oleh seseorang menggunakan kekuatan gaib, hal ini dianggap serangan magis negatif yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik atau mental secara tiba – tiba, bila diperiksakan ke medis maka orang yang kena pepasangan dinyatakan sehat, disinilah peran jero balian membantu secara tulus ikhlas.
Mangku Balian Nyoman Yasa menyatakan, beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit pepasangan adalah umumnya didasari oleh rasa iri hati, persaingan yang tidak sehat dalam bisnis, hal ini sering dikaitkan dengan praktek ilmu hitam yakni sihir atau guna – guna. Orang yang kena penyakit pepasangan gejalanya tidak jelas, muncul tiba – tiba, tidak terdeteksi oleh pemeriksaan medis dapat berupa rasa sakit di bagian tertentu yang berpindah – pindah, perasaan berat di tubuh, kecemasan ekstrem, atau gangguan psikologis.

“Bila ada orang yang kena penyakit pepasangan ditangani melalui pendekatan spiritual atau niskala, seperti melakukan nunas ica atau memohon doa kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, supaya orang yang kena penyakit pepasangan segera sembuh,” kata Mangku Balian Nyoman Yasa.
Mangku Balian Nyoman Yasa menjelaskan, bahwa menolong pasien harus berlandaskan hati yang tulus, ikhlas, dan berdasarkan izin Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa hal ini tentunya bertujuan untuk mengatasi penyakit non medis yang berpedoman pada Lontar Usada.
“Menjadi seorang jero balian motivasi utama adalah membantu sesama, bukan mencari keuntungan pribadi, guna memperlancar proses penyembuhan, dengan mohon petunjuk dan kekuatan dari Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengobati pasien supaya diberi jalan dan pasien bisa disembuhkan,” kata Mangku Balian Nyoman Yasa.
Mangku Balian Nyoman Yasa mengatakan, sebagai makhluk ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa hidup harus saling tolong menolong, jangan pernah melakukan perbuatan diluar yang telah ditentukan oleh ajaran agama Hindu, karena hidup di dunia ini hanya sementara, kapan kita akan dipanggil oleh sang pencipta penguasa dunia ini kita tidak tahu, oleh sebab itu hilangkan sifat iri hati dan dengki.
“Jangan pernah menyakiti orang lain karena karma phala sangat cepat akan terjadi, bila kita tidak menerima maka keterununan kita akan menerima, untuk itulah mari kita hidup di dunia ini saling mengasihi, menyayangi dan saling tolong menolong, kita lahir ke dunia ini telanjang, kembali ke sang pencipta juga telanjang, datang ke dunia ini kosong kembali juga kosong,” pungkas Mangku Balian Nyoman Yasa mengakhiri perbincangan dengan Garudaxpose.com. @ (suriasih)














