Garudaxpose.con | Tangerang Selatan – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menggelar apel pagi rutin yang menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus penyakit menular. Bertindak sebagai Pembina Apel, Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi Penanggulangan Krisis dan Penyehatan Lingkungan, dr. Agatha Christie, menyampaikan sejumlah poin strategis terkait kondisi kesehatan terkini di wilayah Tangerang Selatan, Senin (30/03/2026).
Dalam arahannya, dr. Agatha menyoroti urgensi penanganan kasus campak, mengingat Kota Tangerang Selatan saat ini masuk dalam jajaran 10 besar daerah dengan jumlah kasus tertinggi di tingkat nasional. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan resmi memulai pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak hari ini.
“Pelaksanaan imunisasi tambahan atau ORI ini akan berlangsung selama dua minggu di seluruh Puskesmas, yang kemudian akan dilanjutkan dengan satu minggu masa sweeping untuk memastikan tidak ada sasaran yang terlewat,” ujar dr. Agatha Christie.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini menargetkan sebanyak 109.000 anak di wilayah Tangerang Selatan. Mengingat besarnya target sasaran, dr. Agatha menekankan pentingnya sinergi antara tim Puskesmas dan dukungan dari Tim Pembina Puskesmas (TPP) untuk memantau langsung kelancaran di lapangan. Kewaspadaan tinggi sangat ditekankan, terlebih dengan adanya laporan mengenai tenaga kesehatan yang gugur akibat terinfeksi virus ini. dr. Agatha mengingatkan bahwa virus campak memiliki tingkat penularan yang bahkan lebih cepat dibandingkan COVID-19.
Dijelaskan tentang prosedur vaksinasi bahwa vaksin yang tersedia melalui program pemerintah saat ini diprioritaskan untuk anak usia 9 bulan hingga 59 bulan sesuai rekomendasi BPOM. Sementara bagi masyarakat dewasa di atas 16 tahun, disarankan untuk melakukan vaksinasi MMR secara mandiri di fasilitas kesehatan atau rumah sakit sebagai langkah perlindungan tambahan.
Selain isu imunisasi, dr. Agatha Christie juga memberikan apresiasi atas kedisiplinan pegawai dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor. Konsistensi dalam pengelolaan sampah melalui sistem bank sampah di lingkungan Dinas Kesehatan dinilai telah berjalan dengan sangat baik dan diharapkan menjadi percontohan.
Menutup arahannya, Pembina Apel mengajak seluruh aparatur untuk terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperketat protokol kesehatan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Apel pagi diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tangerang Selatan sepanjang tahun 2026.
(Nixon)







