Garudaxpose.com | Probolinggo – Respons cepat dan pendekatan humanis kembali ditunjukkan jajaran Polsek Tongas dalam menangani laporan warga terkait seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan keresahan warga sekitar, mengingat yang bersangkutan diketahui telah beberapa kali mengalami kondisi serupa. Warga yang khawatir dengan situasi tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya penanganan terhadap ODGJ tersebut juga pernah dilakukan secara terpadu oleh unsur Polsek Tongas, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tongas, serta aparat Koramil 05 Tongas. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan guna memastikan penanganan yang tepat dan menghindari potensi risiko yang lebih besar.
ODGJ tersebut juga diketahui memiliki riwayat pengobatan di RSJ Dr. Rajiman Wediodiningrat Lawang, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan gangguan kejiwaan di Jawa Timur.
Dalam penanganan terbaru, Bhabinkamtibmas Polsek Tongas tidak mengambil langkah represif. Sebaliknya, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dengan melakukan komunikasi secara intensif bersama pihak keluarga dan lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Setelah dilakukan komunikasi secara bertahap dan penuh kesabaran, yang bersangkutan berhasil ditenangkan dan akhirnya bersedia kembali pulang ke rumahnya tanpa adanya perlawanan.
Langkah ini menjadi contoh konkret bahwa penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan dengan tindakan kekerasan. Sebaliknya, dibutuhkan kesabaran, empati, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan semua pihak.
Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas Polsek Tongas segera berkoordinasi dengan Puskesmas Tongas untuk memastikan adanya penanganan medis lanjutan terhadap yang bersangkutan. Hal ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Selain itu, pemantauan kondisi kesehatan pasien juga akan dilakukan secara berkala agar proses pemulihan dapat berjalan optimal serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, serta keluarga menjadi faktor utama keberhasilan penanganan kasus ini. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai sebagai model penanganan yang efektif dalam menghadapi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan kembali membuktikan bahwa penegakan ketertiban dapat berjalan beriringan dengan nilai empati dan kepedulian sosial.












