Diduga Mark Up Biaya Kunjungan Industri ke Yogyakarta, SMKN 1 Lumajang Dilaporkan ke Inspektorat Provinsi Jawa Timur

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |Lumajang — Forum Jurnalis Independen ( FORJI) Lumajang resmi melaporkan dugaan praktik mark up biaya kunjungan industri di SMKN 1 Lumajang ke Inspektorat Provinsi Jawa Timur.

Dalam laporan tersebut, FORJI menyoroti adanya dugaan penggelembungan biaya perjalanan siswa ke Yogyakarta yang mencapai Rp.1,5 juta per siswa. Nilai tersebut dinilai tidak wajar dan terlalu tinggi dibandingkan dengan biaya standar kegiatan serupa di sekolah lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FORJI Lumajang, Bawon Sutrisno, S.Sos yang juga menjadi Ketua Pimpinan Cabang LPKNI Lumajang, menjelaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di satuan pendidikan negeri.

“Kami menilai biaya Rp.1,5 juta per anak untuk kegiatan kunjungan industri ke Yogyakarta tidak masuk akal. Harusnya sekolah mampu menyusun rincian anggaran secara transparan dan proporsional. Karena itu, kami minta Inspektorat Provinsi Jawa Timur segera memeriksa dan mengaudit penggunaan dana tersebut, tegas Bawon, Kamis (16/10/2025).

Menurut Bawon, indikasi mark up tersebut muncul setelah pihaknya menerima sejumlah aduan dari wali murid yang merasa keberatan dengan besaran biaya yang ditetapkan oleh pihak sekolah. FORJI pun telah mengumpulkan bukti-bukti administrasi yang mendukung laporan tersebut.

“Kami punya data pembanding dari sekolah lain yang melakukan kegiatan serupa, biayanya jauh lebih rendah. Jadi, dugaan adanya penggelembungan anggaran ini cukup kuat,” tegasnya.

Sementara itu, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak SMKN 1 Lumajang, baik Kepala Sekolah maupun Humas sekolah tidak merespons panggilan telepon maupun pesan yang dikirimkan. Hingga berita ini tayang, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

FORJI berharap agar Inspektorat Provinsi Jawa Timur segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan dana kegiatan kunjungan industri tersebut.

“Kami hanya ingin memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan uang orang tua siswa. Pendidikan harus bersih dari praktik seperti ini,” tungkas Bawon.

Reporter : bas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Lumajang Izinkan ASN Bawa Mobil Dinas Saat Mudik, Operasional Ditanggung Pribadi
Gubernur Koster Inginkan Bali Tetap Aman dan Kondusif
Karya Terbaik STT Se-Jembrana Adu Kreativitas 
Rakyat Mengeluh Jalan Rusak di Madina, Bobby Afip Nasution Justru Malah Sibuk Lantik 11 Pejabat Eselon II” Garudaxpose.com l Medan (Sumut)–
Brebes Mantapkan Langkah Turunkan Stunting Lewat Rembuk Lintas Sektor
Gubernur Koster Ajak Umat Jaga Toleransi dan Kondusifitas Bali
Rakor Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Gubernur Jateng Pimpin Apel Serentak: Tekankan Sinergi TNI-Polri, Amankan Mudik dan Stok BBM

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bupati Lumajang Izinkan ASN Bawa Mobil Dinas Saat Mudik, Operasional Ditanggung Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:57 WIB

Gubernur Koster Inginkan Bali Tetap Aman dan Kondusif

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:43 WIB

Karya Terbaik STT Se-Jembrana Adu Kreativitas 

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:55 WIB

Rakyat Mengeluh Jalan Rusak di Madina, Bobby Afip Nasution Justru Malah Sibuk Lantik 11 Pejabat Eselon II” Garudaxpose.com l Medan (Sumut)–

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:28 WIB

Brebes Mantapkan Langkah Turunkan Stunting Lewat Rembuk Lintas Sektor

Berita Terbaru