Seolah Tak Takut Hukum, PT Tentvoo Technology Indonesia Diduga Terapkan Upah dan Jam Kerja Tidak Manusiawi

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – PT Tentvoo Technology Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi sandal berbahan dasar EVA dan berlokasi di Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, diduga menerapkan sistem kerja yang tidak sesuai aturan ketenagakerjaan. Rabu ( 15/10/25 )

Informasi yang diperoleh dari sejumlah media online menyebutkan adanya praktik pengupahan di bawah standar serta jam kerja yang melebihi batas ketentuan. Saat tim awak media menelusuri kebenaran kabar tersebut di lapangan, beberapa warga sekitar turut menguatkan dugaan tersebut.
“Iya, parah perusahaan itu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketua Umum LSM Seroja Indonesia, Taslim Wirawan, yang sempat mendatangi perusahaan tersebut, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak pekerja dan mengawal permasalahan ini hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan lagi zaman penjajahan. Setiap orang berhak mendapatkan upah yang layak dan jam kerja yang manusiawi,” tegas Taslim.

Lebih lanjut, Taslim menyampaikan bahwa LSM Seroja Indonesia akan segera melaporkan persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang (UPT Pengawasan) serta mengirimkan surat kepada pihak legislatif agar manajemen perusahaan dipanggil dan dimintai keterangan.

Menurutnya, tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut harkat dan martabat para pekerja yang menjadi tulang punggung industri.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan
BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:30 WIB

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Minggu, 13 September 2026 - 00:24 WIB

Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Berita Terbaru