Garudaexpose.com | Kabupaten Tangerang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik.
Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi dan kesejahteraan masyarakat ini dinilai belum berjalan sesuai harapan di lapangan.
Ketua BBP JAYANTI, Iwan Ekel, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satgas Kabupaten Tangerang agar segera melakukan evaluasi terhadap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau unit dapur yang memproduksi dan mendistribusikan makanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi tersebut diminta tidak hanya menyangkut kualitas menu, tetapi juga kesesuaian harga per porsi. Berdasarkan informasi yang diterima, anggaran per porsi seharusnya sebesar Rp15.000. Namun, menu yang dibagikan kepada siswa di SDN Gembong 1 hanya terdiri dari empat butir telur puyuh, satu buah roti, satu bungkus kecil kacang, dan satu buah pisang.
Menurut Iwan Ekel, nilai ekonomis menu tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp8.000 per porsi. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Program MBG yang bersumber dari uang pajak rakyat dan memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, dinilai tercoreng oleh dugaan pengurangan kualitas maupun pemotongan anggaran di tingkat pelaksana.
Masyarakat berharap adanya transparansi, pengawasan ketat, serta evaluasi menyeluruh agar program ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi penerima, khususnya para siswa sekolah dasar.
(Spi)













