Garudaxpose.com|Mojokerto – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur secara resmi menutup Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) bagi 100 personel penyidik dan penyidik pembantu di jajaran Polda Jawa Timur.
Upacara penutupan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala SPN Polda Jawa Timur, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., di Gedung Dharma SPN Polda Jatim, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (10/10/2025) siang.
Kegiatan ini menandai berakhirnya program latkatpuan mandiri yang telah diikuti oleh para peserta sejak Senin, 6 Oktober 2025. Selama lima hari, 100 personel terpilih dari berbagai satuan di wilayah hukum Polda Jatim digembleng untuk mengasah kemampuan mereka dalam fungsi teknis Reserse Kriminal (Reskrim).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam upacara penutupan tersebut Waka SPN Polda Jatim, para Pejabat Utama (PJU), serta tenaga pendidik (gadik) pengampu fungsi teknis Reskrim yang telah membimbing para peserta.
Pelatihan kali ini tidak hanya berfokus pada penguatan kemampuan teknis penyidikan semata. SPN Polda Jatim menekankan pembentukan karakter penyidik yang lebih humanis dan responsif terhadap dinamika sosial. Para peserta dibekali materi yang mengasah literasi kepekaan, kepedulian sosial, hingga empati mendalam kepada masyarakat.
Tujuan latkatpuan ini untuk mencetak aparat penegak hukum yang tidak hanya cakap secara prosedur, tetapi juga mampu menjadi figur pemecah masalah (problem solver) yang sesungguhnya di tengah publik. Mereka diharapkan dapat berinteraksi secara efektif dan menjadi jawaban atas harapan masyarakat akan layanan kepolisian yang profesional, cerdas, bermoral dan modern.
Dalam amanatnya sesaat sebelum menutup kegiatan, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., memberikan pesan yang kuat kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa tantangan Polri di era modern menuntut adanya akselerasi transformasi reformasi dari penegak hukum yang kaku menjadi pelayan masyarakat yang berempati.
“Rekan-rekan sekalian, selama lima hari saudara telah menyerap berbagai ilmu dan keterampilan di lembaga pendidikan ini. Namun, ingatlah bahwa ilmu yang paling tinggi adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarkat. Kemampuan teknis reskrim yang saudara miliki kini harus dibalut dengan hati nurani dan kepekaan sosial,” ujar Kombes Pol Agus Wibowo.
Lebih lanjut, Kombes Pol Agus Wibowo menyampaikan, masyarakat tidak hanya butuh penyidik yang cerdas dalam mengungkap perkara, tetapi mereka merindukan aparat yang mau mendengar, peduli, dan mampu memberikan solusi atas permasalahan mereka.
“Jadilah wajah Polri yang humanis di lapangan. Tunjukkan bahwa di balik seragam dan kewenangan yang melekat, ada empati dan semangat tulus untuk melayani. Implementasikan semua bekal yang telah diberikan, jaga nama baik institusi, dan jadilah jawaban atas harapan masyarakat,” jelas Kombes Pol Agus dihadapan para peserta.
Dengan pesan mendalam tersebut, Kombes Pol Agus Wibowo secara resmi menyatakan bahwa Latihan Peningkatan Kemampuan Penyidik dan Penyidik Pembantu Fungsi Teknis Reskrim Jajaran Polda Jatim Tahun Anggaran 2025 telah selesai. Para peserta kini siap kembali ke kesatuan masing-masing dengan bekal ilmu dan semangat baru untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
(Prasojo)













