Jembrana Gelar Musrenbang Tematik
Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tak lagi identik dengan ruang rapat dan suasana formal.
Di Jembrana, Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna memilih gaya kekinian dengan menggelar Musrenbang Tematik Kepemudaan yang berkolaborasi dengan Komunitas Lokal Prespektif Jembrana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berlokasi di salah satu ruang UMKM Jembrana, Sabtu malam (7/2) diskusi berlangsung cair. Tanpa podium dan meja formal, Bupati dan Wabup duduk sejajar bersama generasi muda, mendengar langsung aspirasi, ide, hingga kritik yang disampaikan secara terbuka.
Bupati Kembang mengatakan, musrenbang dengan pendekatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menangkap kebutuhan riil anak muda yang kerap luput dari forum formal.
“Musrenbang tidak harus selalu diforum formal. Justru lewat obrolan santai seperti ini, kita bisa menangkap aspirasi yang jujur dari anak-anak muda. Ini tetap musrenbang, tapi dengan cara yang lebih kekenian,” kata bupati Kembang.

Sejumlah isu strategis pun mengemuka, mulai dari kesehatan mental (mental healty), pendidikan khususnya terkait beasiswa, lapangan kerja, ruang kreatif (creative hub), pengembangan ekonomi kreatif, UMKM dan kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi digital serta penanganan masalah narkoba di Jembrana. Seluruh masukan dicatat sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Kembang menegaskan, generasi muda bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang harus dilibatkan sejak tahap perencanaan.
Ia berharap musrenbang kekinian ini mampu mendorong partisipasi anak muda agar lebih aktif menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembangunan Jembrana ke depan.
Para peserta menyambut positif konsep tersebut. Mereka menilai pendekatan santai tanpa sekat birokrasi membuat aspirasi lebih mudah tersampaikan dan didengar.
Beberapa usulan dari para pemuda seperti halnya didunia pendidikan, banyak dari anak-anak muda Jembrana, yang memberi masukan kepada Pemkab Jembrana untuk pemberian beasiswa S2 dan S3.
Selain itu, usulan juga terkait penguatan pelatihan-pelatihan kewirausan dan UMKM di Jembrana. Termasuk penguatan program subsidi kredit bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh pemuda-pemudi di Jembrana.
Kemudian, terkait permasalahan Mental Healty (Kesehatan Mental) yang selama ini banyak menyerang anak-anak muda tentu diperlukan pendampingan dari instansi terkait.
Melalui musrenbang kekinian ini, Pemkab Jembrana berkomitmen menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Jembrana, Ny. Drg. Ani Setiawarini, Sekda Made Budiasa, Kelompok Ahli Bupati serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana. (Gustra).
Tumpek Uye Diperingati Sekala-Niskala di Jembrana, Dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati
Garudaxpose.com l Jembrana BaliPemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang secara sekala dan niskala yang dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati, Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Sabtu (7/2). Peringatan hari suci yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye ini dihadiri langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran OPD Pemkab Jembrana.

Perayaan Tumpek Uye kali ini dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan. Secara sekala atau di alam nyata, Pemkab Jembrana melaksanakan vaksinasi rabies, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan pada hewan, serta penebaran benih ikan. Sementara secara niskala, kegiatan diisi dengan persembahyangan bersama di Pura Dang Kahyangan Jati.
Usai persembahyangan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa Tumpek Uye dimaknai sebagai momentum untuk memuliakan dan menghormati hewan atas manfaat besar yang telah diberikan kepada manusia.
“Pada hari ini seluruh umat se-dharma merayakan Tumpek Uye sebagai wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus pembelajaran bagaimana umat manusia menjaga dan merawat alam, sehingga keharmonisan antara manusia dan alam tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, hewan merupakan ciptaan Tuhan selain manusia yang patut dihormati dan didoakan. Oleh karena itu, peringatan Tumpek Uye menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap makhluk hidup lainnya.

“Tumpek Uye dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon Bali, tepatnya Saniscara Kliwon Wuku Uye. Melalui peringatan ini, selain berdoa, kita juga melakukan aksi nyata seperti vaksinasi rabies, pemberian vitamin, dan penyemprotan disinfektan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan hewan,” tandasnya. (Gustra).












