Garudaxpose.com | Probolinggo – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PCNU Kraksaan menggelar Workshop Jurnalistik dan Media sebagai langkah strategis memperkuat peran media dalam menyebarluaskan syiar dan aktivitas Nahdlatul Ulama di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Pondok Pesantren Arrofiiah Semampir, Jumat (6/2/2026), itu diikuti kader NU dari berbagai ranting dan badan otonom. Workshop dibagi menjadi dua kelas utama, yakni kelas penulisan berita dan kelas pengelolaan website/subdomain.
Ketua PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Noer, menegaskan bahwa penguasaan media kini menjadi kebutuhan mendesak bagi organisasi, termasuk NU. Menurutnya, dakwah dan perjuangan tidak cukup hanya hadir di ruang-ruang fisik, tetapi juga harus mampu bersaing di ruang publik digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika ingin menguasai dunia, maka kuasailah media terlebih dahulu. Jangan pernah lelah mengabdi di NU, karena di NU itu besar barokahnya,” tegasnya saat membuka acara.
Ia menambahkan, kader NU perlu memiliki kemampuan jurnalistik agar setiap kegiatan, gagasan, dan nilai-nilai perjuangan NU dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan bermartabat kepada masyarakat.
Ketua Panitia, Robby Zidni Ilman, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang sebagai langkah awal menghidupkan kembali budaya literasi dan publikasi di tubuh LTNNU Kraksaan.
“Media ibarat teras rumah. Dari sanalah orang pertama kali mengenal siapa kita. Melalui workshop ini, kami ingin mendorong kader NU agar mampu menulis, mendokumentasikan, dan mempublikasikan kegiatan secara konsisten,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LTNNU Kraksaan, Muhammad Hendra, menyebut kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan literasi media NU di tingkat kecamatan. Ia berharap lahir penulis-penulis muda NU yang siap mengisi ruang digital dengan narasi keislaman yang moderat, ramah, dan mencerahkan.
“Syiar NU hari ini tidak cukup hanya di mimbar dan majelis. Media adalah wasilah penting agar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjangkau masyarakat luas,” ungkapnya.
Dukungan penuh juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rofiiah Semampir, KH. Muhammad Hafidz. Ia mengaku bangga pesantrennya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Saya bangga pondok kami menjadi tempat kegiatan NU. Semoga pesantren ini mendapat aliran berkah dari para muassis NU dan menjadi tempat tumbuhnya kader-kader yang bermanfaat bagi umat,” tuturnya.
Melalui workshop ini, PCNU Kraksaan berharap LTNNU semakin kokoh sebagai garda terdepan publikasi organisasi, menjadikan media bukan sekadar alat informasi, tetapi sarana menjaga tradisi, menguatkan dakwah, serta mempertegas peran NU di tengah dinamika masyarakat modern. (Dayat)












