Viral Tiktok! Pdt.JS Memutar Balikkan Fakta dari Rekaman Vidio yang Sebenarnya

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangerang – Kasus yang dialami ART Yuni Asih berdasarkan Laporan polisi dengan nomor LP/B/2037/XII/2025/SPKT dan Surat Perintah Jaksa Agung Muda Pengawasan nomor:PRIN-23/H/H.I/01/2026 tanggal 26 Januari 2026 atas dugaan penganiayaan ART, pengambilan paksa anak dari Alpriado Osmond juga ikut melakukan penjarahan dirumah Kediaman pelapor masih dalam proses penyelidikan.Saksi terlapor DWLS, Pdt JS,DC telah dipanggil ke unit VI PPA Satreskrim Polresta Metro Tangerang, namun tidak hadir untuk diambil keterangan.

 

Pdt. JS, salah satu terlapor dalam penganiayaan, memberikan keterangan melalui Tiktok bahwa pelapor dan orang yang tidak dikenal melakukan intimidasi kepada keluarganya. Namun, video Tiktok tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta, karena pelapor dan awak media ingin mewancarai Pdt. JS dalam keikutsertaan dugaan penganiayaan, penjarahan dan ambil paksa’JAS”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pdt. JS juga diharapkan untuk kooperatif dengan proses penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat dan membiarkan proses hukum berjalan.

Terlapor Dian Christina Silalahi (DCS), istri pelapor, Dodi Wahyudi Leonard Silalahi (DWLS), pekerjaan Jaksa non Fungsional, pendeta Johanes Simanungkalit (JS) berawal dari kejadian didepan SDK Penabur, moderland.Tangerang, Kamis, 11 Desember 2025, sekitar pukul 09.50 Wib,
Diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Yuni Asih dan ambil paksa anak dari Alpriado Osmond,’JAS’. Diketahui sampai dengan hari ini ‘JAS’ belum pulang.

Lalu Alpriado Osmond melaporkan ke Polresta Metro Tangerang. Saat yang dialami pelapor menerangkan kepada media Garudaxpose.com bahwa terlapor Dodi ternyata banyak terlibat kasus. Ketiga terlapor tersebut beberapa waktu lalu juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Jamwas Kejagung, KPAI, Kemen PPPA (SAPA 129), dan LPAI.

Alpriado Osmond berharap agar Polres Metro Tangerang segera diusut tuntas dan pelaku diberikan hukuman yang setimpal. Sabtu (7/2/2026).

Dengan demikian, kasus ini dapat diusut tuntas dan keadilan dapat ditegakkan. Masyarakat berharap agar Polres Metro Tangerang dapat menangani kasus ini dengan cepat,profesional dan transparan.

 

(Nix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Bali Fasilitasi Anak Terlantar Dokumen Kependudukan
Puncak HUT PMI ke-81 di Brebes Meriah, Fun Walk, Bantuan Kaki Palsu hingga Penghargaan Pendonor Darah
Probolinggo Bersolek Exhibition Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Stadion Bayuangga
Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Penggerak Ruang Digital yang Sehat di Kota Probolinggo
Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan
Kawasan Mangrove Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Probolinggo
Diduga Dianiaya Satpam BPN Kota Bandung, Anggota LSM KOREK Lapor Polisi
Yasinan dan Istigasah Pemkot Probolinggo Jadi Ruang Doa dan Kolaborasi untuk Kota

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:52 WIB

Kejati Bali Fasilitasi Anak Terlantar Dokumen Kependudukan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:35 WIB

Puncak HUT PMI ke-81 di Brebes Meriah, Fun Walk, Bantuan Kaki Palsu hingga Penghargaan Pendonor Darah

Jumat, 18 September 2026 - 19:54 WIB

Probolinggo Bersolek Exhibition Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Stadion Bayuangga

Jumat, 18 September 2026 - 16:03 WIB

Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Penggerak Ruang Digital yang Sehat di Kota Probolinggo

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan

Berita Terbaru