LSM KPK Nusantara Beri Tenggat 7 Hari, Tuntut Hasil Audiensi Pemkot Serang Direalisasikan

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Serang – LSM KPK Nusantara Perwakilan Banten meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menindaklanjuti hasil audiensi dalam waktu 7 hari. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, LSM menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa.

Audiensi yang digelar di Pemkot Serang pada Kamis (29/1/2025) itu membahas sejumlah persoalan, di antaranya aktivitas kembali pengurugan di Sawahluhur, sengketa tukar guling tanah Pemkot Serang dengan PT Kembang Kerep, dugaan pemotongan gaji ASN dan PPPK untuk zakat 2,5 persen, serta praktik jual beli buku LKS di satuan pendidikan SD dan SMP.

Ketua LSM KPK Nusantara Perwakilan Banten, Aminudin, menyayangkan tidak hadirnya Wali Kota Serang dalam audiensi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyayangkan Wali Kota Serang tidak hadir dan hanya diwakilkan oleh Kasatgas. Begitu juga dari pihak Baznas Kota Serang yang tidak hadir dalam audiensi ini,” ujar Aminudin.

Meski demikian, Aminudin menyebut pihaknya telah menerima paparan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir. Namun, LSM KPK Nusantara tetap memberikan tenggat waktu 7 hari agar tuntutan yang disampaikan dapat direalisasikan.

Adapun tuntutan yang disampaikan, antara lain:

1. Aktivitas pengurugan dan pemerataan lahan di Sawahluhur oleh PT JDI diminta memasang papan informasi proyek yang memuat peruntukan kegiatan dan luas lahan (hektare). Meski dalam audiensi disebutkan PT JDI telah memenuhi persyaratan perizinan, transparansi di lapangan dinilai tetap wajib.

2. BPKAD Kota Serang diminta segera menyerahkan dokumen putusan PTUN terkait perkara tukar guling tanah milik Pemkot Serang yang dimenangkan oleh PT Kembang Kerep kepada DPRD Kota Serang.

3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang diminta menerbitkan surat edaran serta menjatuhkan sanksi tegas kepada satuan pendidikan SD dan SMP yang masih melakukan praktik penjualan buku LKS, termasuk sanksi pencopotan jabatan atau mutasi sebagai bentuk efek jera.

“Apabila dalam waktu 7 hari ke depan tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa di Pemkot Serang, lokasi pengurugan Sawahluhur, dan DPRD Kota Serang,” tegas Aminudin.

LSM KPK Nusantara menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah Daerah.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Bali Fasilitasi Anak Terlantar Dokumen Kependudukan
Puncak HUT PMI ke-81 di Brebes Meriah, Fun Walk, Bantuan Kaki Palsu hingga Penghargaan Pendonor Darah
Probolinggo Bersolek Exhibition Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Stadion Bayuangga
Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Penggerak Ruang Digital yang Sehat di Kota Probolinggo
Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan
Kawasan Mangrove Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Probolinggo
Diduga Dianiaya Satpam BPN Kota Bandung, Anggota LSM KOREK Lapor Polisi
Dana “Gotong Royong Infak Anak-Anak” Rp950 Ribu per Tahun di SMPN 3 Genteng Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:52 WIB

Kejati Bali Fasilitasi Anak Terlantar Dokumen Kependudukan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:35 WIB

Puncak HUT PMI ke-81 di Brebes Meriah, Fun Walk, Bantuan Kaki Palsu hingga Penghargaan Pendonor Darah

Jumat, 18 September 2026 - 19:54 WIB

Probolinggo Bersolek Exhibition Dibuka, 132 Tenant Ramaikan Stadion Bayuangga

Jumat, 18 September 2026 - 16:03 WIB

Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Penggerak Ruang Digital yang Sehat di Kota Probolinggo

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan

Berita Terbaru