BREBES,GarudaXpose.com- Randusanga Kulon Kecamatan Brebes, kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional yang nanti jatuh pada 21 Februari 2026, Desa Randusanga Kulon mengambil langkah inovatif untuk mengatasi masalah sampah dengan mengaktifkan program Bank Sampah melalui program desa bersama Perpustakaan Desa dan Posyandu ILP. Kepala Desa Randusanga Kulon, Bapak H. Afan Setiono, S.E., memimpin gerakan ini dengan semangat, “Demi negara darurat sampah, kita harus bergerak!” Senin, 26 Januari 2026.
Tosa pengangkut Sampah (Senin/1/2026) Desa Randusanga Kulon
Program ini bekerja dengan cara menimbang sampah non-organik yang tidak laku dijual di rongsokan, seperti plastik kresek, kain bekas, botol kaca, dan lain-lain, untuk dijual di Bank Sampah. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos di rumah-rumah warga dan dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk pertanian warga.
“Ini semua demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” kata Bapak Afan. “Kita harus sadar bahwa sampah bukan hanya menjadi masalah, tapi juga bisa menjadi peluang. Dengan mengelola sampah dengan baik, kita bisa mengurangi polusi, menghemat sumber daya, dan meningkatkan kualitas hidup kita.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memotivasi warga, Desa Randusanga Kulon akan memberikan hadiah Tumbler bagi warga yang mengumpulkan plastik terbanyak, serta kupon door prize yang akan diundi pada 17 Agustus 2026. Selain itu, warga juga dapat menggunakan hasil penjualan sampah untuk membayar pajak PBB, sehingga dapat membantu mengurangi beban ekonomi warga.
“Kami ingin warga Desa Randusanga Kulon menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan,” kata Bapak Afan. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama dan inovasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.”
Desa Randusanga Kulon membuktikan bahwa dengan kerja sama dan inovasi, kita dapat mengubah sampah menjadi berkah.
“Kami berharap pemerintah kabupaten dapat mendukung program seperti ini dan membantu kami dalam meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Randusanga Kulon,” kata Bapak Afan. “Dengan dukungan dari semua pihak, kami yakin bahwa kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.”
Semoga program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga Desa Randusanga Kulon dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah. Dengan demikian, kita bisa mengurangi sampah yang berhamburan di jalan, mengurangi banjir, dan mengurangi bau yang tidak enak.
“Kami juga berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik dan menjaga lingkungan sekitar,” kata Bapak Afan. “Dengan kerja sama dan inovasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk semua.”(Agus)












