Garudaxpose.com | Sidikalang, — Pemerintahan Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi tengah menjadi sorotan publik. Pertanyaan besar muncul setelah sebuah kabar viral di media sosial mengungkap kondisi salah satu warga yang hidup dalam keadaan sangat memprihatinkan, seolah luput dari perhatian pemerintah desa maupun pihak terkait.
Kabar tersebut datang dari warga Dusun Juma Kancil, Desa Onan Lama. Salah satu keluarga di dusun tersebut diketahui hidup dalam kondisi yang jauh dari kelayakan. Rumah berukuran sekitar 3×4 meter dengan tinggi hanya 170 cm itu berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan pintu masuknya hanya berupa selimut bekas. Ketika hujan turun, air kerap masuk dan membuat lantai basah. Situasi ini menjadi pemandangan yang menyayat hati bagi siapa pun yang melihatnya.
Tersentuh oleh laporan warga, Jonni P. Berutu, seorang anggota TNI berpangkat Bintara, tergerak untuk turun langsung memberikan bantuan sembako. Ia didampingi oleh Riduan Maibang dari PPI (Pemuda Pakpak Indonesia), Rahmayanti Caniago dari Penggiat Literasi Pojok Kuta Padang Sidiangkat, serta awak media GarudaXpose, Jembri Padang, yang turut menyaksikan langsung kondisi mengenaskan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perbincangan dengan keluarga itu, sang ibu tak mampu menahan tangis.
“Beginilah keadaan kami, Pak. Sekian tahun kami tinggal di sini, tidak ada perhatian, tidak pernah dapat bantuan apa pun,” ucapnya sambil memeluk ketiga anaknya.
Pemandangan serupa juga ditemukan saat rombongan mengunjungi warga lanjut usia di lokasi lain di desa tersebut. Sang bapak mengaku kehabisan beras dan tak memiliki persediaan makanan lain.
“Kami tak punya apa-apa lagi, Pak. Tolonglah kami,” ungkapnya lirih.
Usai menyerahkan bantuan sembako, sang bapak berkali-kali mengucapkan terima kasih hingga membuat Jonni P. Berutu meneteskan air mata melihat kondisi yang dialami warga tersebut.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar bagi masyarakat: Apa yang terjadi dengan pemerintahan Desa Onan Lama? Mengapa warga yang jelas membutuhkan justru tidak tersentuh bantuan selama bertahun-tahun?
Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten segera turun langsung melihat kondisi warga kurang mampu dan menetapkan mereka sebagai prioritas dalam program bantuan sosial.
Harapan itu kini menggema: jangan biarkan warga hidup dalam penderitaan ketika negara seharusnya hadir untuk mereka.(Jembri)















