Wabup Lumajang : Filosofi Ngeliwet Sejalan dengan Semangat Kolaborasi yang Dibangun Pemda

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa tradisi ngeliwet bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi mengandung filosofi kepemimpinan yang sarat nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur sebagai fondasi membangun pemerintahan yang harmonis.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat mengikuti ngeliwet bersama para gus pesantren dan jajaran Forkopimda di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Senin (26/1/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam suasana lesehan yang sederhana, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah membaur tanpa sekat bersama seluruh peserta. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini memiliki makna strategis karena menghadirkan ruang komunikasi yang egaliter, terbuka, dan penuh keakraban.

“Ngeliwet ini bukan hanya soal makan bersama, tetapi tentang kebersamaan. Ketika semua duduk sejajar, menikmati hidangan yang sama, di situlah nilai kesetaraan, rasa syukur, dan persaudaraan tumbuh. Inilah fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang rukun dan harmonis,” ujar Bunda Indah.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui keteladanan dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Kesederhanaan dalam tradisi ngeliwet, menurutnya, mengajarkan pemimpin untuk tetap membumi, dekat dengan masyarakat, serta membuka ruang dialog tanpa jarak.

“Pemimpin harus hadir, menyatu, dan mau mendengar. Dari kebersamaan inilah lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah sinergi bisa terbangun dengan kuat,” tegasnya.

Bunda Indah juga menilai bahwa nilai-nilai pesantren yang tercermin dalam tradisi ngeliwet sangat relevan dengan tata kelola pemerintahan modern. Kebersamaan, keikhlasan, dan rasa syukur menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, serta memperlancar pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, yang turut hadir, menyampaikan bahwa filosofi ngeliwet sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun pemerintah daerah. Menurutnya, kebersamaan lintas unsur menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat koordinasi antar lembaga.

“Kegiatan sederhana seperti ini justru memiliki makna besar. Di sinilah terbangun kekompakan dan rasa saling percaya yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya.

Kegiatan ngeliwet berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kyai, gus, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah duduk sejajar menikmati hidangan yang sama, mencerminkan praktik nyata nilai kesetaraan dan persaudaraan.

Melalui momentum tersebut, Bupati Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur sebagai roh kepemimpinan daerah. Nilai-nilai inilah yang diyakini mampu memperkuat harmoni pemerintahan sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik dalam mewujudkan Lumajang yang rukun, solid, dan maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Kurijanto ‎Akan Tuntut PT KAI dan PT KCI
Menu MBG di SDN Kalipenggung 01, Disorot Wali Murid, Dihitung Tak Sampai Rp10 Ribu
Ferri Anggrianto, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Dukung Penanganan Banjir di Bumiayu dengan Alat Berat
Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian
DOUBLE JABATAN, KASI PELAYANAN DESA KROCOK JADI WARTAWAN: Konflik Kepentingan Mengancam?
Solidaritas Kemanusiaan, DPC Hiswana Migas Tangerang Beri Bantuan Bencana Aceh dan Sumatra
Cek Fakta: Tidak Benar Ada Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana Semeru

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:21 WIB

Kuasa Hukum Kurijanto ‎Akan Tuntut PT KAI dan PT KCI

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:17 WIB

Menu MBG di SDN Kalipenggung 01, Disorot Wali Murid, Dihitung Tak Sampai Rp10 Ribu

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:00 WIB

Wabup Lumajang : Filosofi Ngeliwet Sejalan dengan Semangat Kolaborasi yang Dibangun Pemda

Senin, 26 Januari 2026 - 16:05 WIB

Ferri Anggrianto, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Dukung Penanganan Banjir di Bumiayu dengan Alat Berat

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:30 WIB

Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara

Berita Terbaru