Tak Peduli Aturan, Truk Tanah Dihadang! Aktivis dan Ormas Turun ke Jalan di Cisoka

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Kabupaten Tangerang – Gelombang penolakan terhadap operasional truk angkutan tanah kembali menguat di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang. Tim gabungan aktivis dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi di Jalan Raya Cisoka pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB sebagai bentuk protes terhadap truk tanah yang melintas di luar jam operasional. Kamis (18/12/25)

Aksi tersebut dilatarbelakangi keprihatinan masyarakat atas tingginya risiko kecelakaan lalu lintas akibat truk tanah yang tetap beroperasi di siang hari, saat kondisi jalan dipadati aktivitas warga. Para peserta aksi menegaskan bahwa penolakan ini bukan ditujukan pada aktivitas usaha, melainkan pada pelanggaran aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Dalam aksi tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang bersama jajaran Kepolisian dari Polsek Cisoka turut hadir melakukan pengawasan dan pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Tangerang Nomor 12 Tahun 2022, sebagai perubahan kedua atas Perbup Nomor 46 Tahun 2018, angkutan barang golongan II, III, IV, dan V termasuk truk tanah, pasir, dan batu hanya diperbolehkan beroperasi pada pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB di ruas jalan kabupaten (non-tol). Regulasi tersebut ditetapkan demi menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Meski diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari, massa aksi tetap bertahan dan secara konsisten menghentikan truk tanah yang melintas di luar ketentuan waktu. Aksi berlangsung tertib dan kondusif dengan mengedepankan solidaritas lintas aktivis dan ormas.

Ketua Media Center Jayanti (MCJ), Bonai, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan aksi pemblokiran jalan, melainkan upaya pengawasan sosial terhadap pelaksanaan peraturan daerah.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap kekompakan aktivis dan ormas Cisoka dalam mengawal serta menegakkan Perbup Nomor 12 Tahun 2022, demi keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar tidak hanya berhenti pada penerbitan regulasi, tetapi juga memastikan penegakan hukum yang tegas, konsisten, dan berkeadilan demi kepentingan masyarakat luas.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khanza Felisia Diyanah Dari SDN JELO 02 Pertahankan Mahkota Juara Renang O2SN Kecamatan Patrang
Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
Gubernur Koster Apresiasi Doa Puasa Ester Nasional 2026
Kelabui Petugas, Pengunjung Lapas Banyuwangi Tertangkap Tangan Buang Paket Diduga Sabu ke Tempat Sampah
Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Salurkan Sembako ke Panti Asuhan
Bupati Lumajang: Dana Dusun Perkuat Layanan Pembangunan di Tingkat Paling Dekat dengan Masyarakat
Ibu Putri Koster: Tetap Jaga Solidaritas dan Dukung Pembangunan Bali
Antisipasi Kemarau 2026, Distan Banten Bahas Penguatan Infrastruktur Pertanian

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

Khanza Felisia Diyanah Dari SDN JELO 02 Pertahankan Mahkota Juara Renang O2SN Kecamatan Patrang

Selasa, 28 April 2026 - 13:48 WIB

Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata

Selasa, 28 April 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Koster Apresiasi Doa Puasa Ester Nasional 2026

Selasa, 28 April 2026 - 10:12 WIB

Kelabui Petugas, Pengunjung Lapas Banyuwangi Tertangkap Tangan Buang Paket Diduga Sabu ke Tempat Sampah

Selasa, 28 April 2026 - 03:17 WIB

Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Salurkan Sembako ke Panti Asuhan

Berita Terbaru