Setahun Kepemimpinan, Pemkot Probolinggo Luncurkan Brand “Kota Bersolek” dan Paparkan Capaian

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan jenama daerah “Probolinggo Kota Bersolek” bersamaan dengan pemaparan capaian satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus menunjukkan progres pembangunan di berbagai sektor.

Wali Kota Aminuddin menegaskan, tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pembangunan fondasi yang kuat sebagai arah kebijakan jangka panjang. Ia menilai, kepercayaan masyarakat harus dibuktikan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung.

“Program prioritas kami pastikan berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam implementasinya, Pemkot mengedepankan pendekatan langsung ke masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkantor di kelurahan pada awal masa jabatan untuk menyerap aspirasi warga serta melihat kondisi riil di lapangan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong pola kerja pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Sejumlah capaian pun berhasil diraih sepanjang 2025. Kota Probolinggo mencatatkan 53 penghargaan tingkat regional dan nasional. Salah satu yang menonjol adalah penghargaan Menuju Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup atas kinerja pengelolaan sampah, dengan capaian masuk 34 besar dari 518 kabupaten/kota di Indonesia.

Di bidang lingkungan, Pemkot juga berhasil menurunkan pencemaran mikroplastik hingga lebih dari 50 persen serta menghilangkan kontaminasi bakteri E.coli di beberapa aliran sungai melalui program sanitasi dan penghapusan praktik buang air besar sembarangan.

Pada sektor kesehatan, inovasi terus dikembangkan, di antaranya layanan klinik lansia serta pemanfaatan teknologi jam tangan pintar untuk memantau kondisi ibu hamil. Inovasi ini memungkinkan deteksi dini risiko kesehatan, sehingga angka kematian ibu hamil berhasil ditekan menjadi dua kasus pada 2025.

Digitalisasi layanan juga diperkuat melalui sistem dashboard terintegrasi di setiap perangkat daerah, sehingga capaian program dapat dipantau secara berkala. Atas berbagai upaya tersebut, Kota Probolinggo berhasil meraih predikat Kota Sehat.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan mencapai 5,85 persen pada 2025, dengan gini rasio sekitar 0,33 yang menunjukkan peningkatan pemerataan kesejahteraan. Aktivitas ekonomi lokal turut didorong melalui ratusan event yang digelar sepanjang tahun.

Dalam bidang pendidikan, Pemkot menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas 80 pada 2026. Sejumlah program telah dijalankan, seperti penanganan anak putus sekolah melalui pendidikan kesetaraan serta penguatan wajib belajar 13 tahun.

Selain itu, pemberian beasiswa menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di kalangan lulusan SMA.

Upaya penguatan infrastruktur dan konektivitas juga terus dilakukan untuk mendukung posisi Kota Probolinggo sebagai kota transit dan pintu gerbang menuju kawasan wisata Bromo. Salah satunya melalui layanan kereta komuter dan pembentukan Perseroda berbasis maritim.

Sejumlah program strategis nasional juga mulai direalisasikan, termasuk pembangunan sekolah rakyat dan pembentukan koperasi merah putih di seluruh kelurahan.

Di sektor pariwisata, tren kunjungan wisatawan yang menginap di Kota Probolinggo mengalami peningkatan. Pemkot menargetkan pengembangan hingga 100 destinasi wisata dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, proyek pembangunan kampung nelayan dengan nilai investasi besar juga tengah disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot turut memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dengan kinerja terbaik tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta Kecamatan Wonoasih. Sementara untuk kategori kelurahan, penghargaan diraih oleh Kelurahan Sukabumi, Wiroborang, dan Triwung Lor.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengajian Reboan Gelar Halalbihalal, Wali Kota Probolinggo Ajak Perkuat Peran Ibu dalam Keluarga
Info Bali Soal Pelestari Seni, Aksi Sosial, Partisipasi Publik dan DBFD
Catatan Seorang Birokrat: Merawat Amanah dalam Perjalanan Panjang Pengabdian
BPBD Kabupaten Probolinggo Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Tongas Wetan
Satgas Yonif 403/WP Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Ganja di Perbatasan RI–PNG
Haru Pelepasan Pegawai Purna Tugas di Lapas Kelas I Madiun, Dedikasi Puluhan Tahun Jadi Teladan
Tingkatkan Disiplin ASN, Kalapas Kelas I Madiun Lakukan Inspeksi Pegawai
Kongreswil Ke-2 DPW MIO Indonesia Banten Berlangsung Sukses, Alfan Witular Terpilih Secara Aklamasi

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 09:54 WIB

Pengajian Reboan Gelar Halalbihalal, Wali Kota Probolinggo Ajak Perkuat Peran Ibu dalam Keluarga

Rabu, 1 April 2026 - 01:47 WIB

Info Bali Soal Pelestari Seni, Aksi Sosial, Partisipasi Publik dan DBFD

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:44 WIB

Setahun Kepemimpinan, Pemkot Probolinggo Luncurkan Brand “Kota Bersolek” dan Paparkan Capaian

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:50 WIB

Catatan Seorang Birokrat: Merawat Amanah dalam Perjalanan Panjang Pengabdian

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:26 WIB

BPBD Kabupaten Probolinggo Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Tongas Wetan

Berita Terbaru