Ribuan Santri dan Warga Tumpah Ruah di Kirab Budaya 30 Tahun Al Hasaniyah Kedawon Brebes

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan:Dipimpin Dr. KH. Nuridin Syamsudin Naik Kuda di Kawal  Kapolsek Larangan, 5.000 Peserta Jadi Simbol Menyatunya Pesantren, Masyarakat, dan Aparat

KEDAWON, BREBES,GarudaXpose.com- Suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Harlah ke-30 Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon. Kirab budaya tiga dekade ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi menjadi penanda kuatnya khidmah pesantren untuk umat dan bangsa.

Dipimpin Langsung Pengasuh dan Kapolsek Larangan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kirab Budaya tersebut dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I., bersama Kapolsek Larangan. Kehadiran dua tokoh di barisan terdepan ini menjadi simbol sinergi ulama dan umara dalam menjaga harmoni sosial.

Lautan Manusia 5.000 Peserta, Dari Santri Hingga Warga Kedawon-Rengaspendawa

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari keluarga besar pesantren dan masyarakat. Sekitar 5.000 peserta turut ambil bagian dalam kirab, yang terdiri dari para santri, wali santri, keluarga besar pesantren, serta masyarakat Kedawon dan Rengaspendawa.

Jumlah peserta yang begitu besar menjadikan Kirab Budaya Harlah ke-30 Al Hasaniyah Kedawon sebagai salah satu kegiatan yang berlangsung semarak dan penuh kebersamaan. Ribuan peserta berjalan bersama dengan tertib, membawa semangat persaudaraan dan kegembiraan dalam memperingati perjalanan tiga dekade Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon.

Pesantren dan Masyarakat Bersatu dalam Kebersamaan

Kirab Budaya ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan Harlah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat Kedawon dan Rengaspendawa menunjukkan kuatnya hubungan sosial dan emosional antara Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon dengan lingkungan sekitarnya.

Para santri dan wali santri berjalan bersama masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan. Perbedaan usia, latar belakang, dan peran melebur dalam satu barisan kebersamaan untuk memeriahkan Harlah ke-30. Inilah wajah Islam yang membumi, pesantren yang tidak berjarak dengan rakyatnya.

Sinergi dengan Kepolisian, Kunci Aman dan Kondusif

Kegiatan Kirab Budaya juga mendapat dukungan dan pendampingan dari Kapolsek Larangan beserta jajaran. Kehadiran pihak kepolisian menjadi bagian dari sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan.

Sinergi antara pesantren, kepolisian, dan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan dapat berjalan secara harmonis dalam suasana yang aman dan kondusif. Sebuah potret toleransi dan kolaborasi yang patut menjadi contoh nasional.

Merawat Budaya dan Tradisi, Mendidik Generasi

Berbagai unsur budaya dan kreativitas ditampilkan dalam kegiatan kirab. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon untuk mengenalkan kepada generasi muda pentingnya mencintai dan melestarikan budaya bangsa.

Kirab juga menjadi media pendidikan bagi para santri untuk menumbuhkan nilai gotong royong, kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap lingkungan sosialnya.

Nilai-nilai tersebut berjalan seiring dengan pendidikan keislaman yang menjadi ruh utama kehidupan pesantren. Islam dan budaya berjalan beriringan, saling menguatkan, bukan saling meniadakan.

Tiga Puluh Tahun Khidmah, Perjalanan Doa dan Pengabdian

Harlah ke-30 menjadi momentum istimewa bagi Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang selama tiga dekade.

Tiga puluh tahun perjalanan pesantren merupakan hasil dari perjuangan, doa, dan pengabdian berbagai pihak, mulai dari pendiri, pengasuh, para guru, santri, alumni, wali santri, hingga masyarakat yang senantiasa memberikan dukungan.

Melalui Kirab Budaya, semangat tersebut kembali diteguhkan. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dalam membangun kebersamaan, menjaga tradisi, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Pungkasnya: Simbol Ukhuwah dan Pengabdian untuk Negeri

Dengan dipimpin langsung oleh Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I. bersama Kapolsek Larangan, serta diikuti sekitar 5.000 santri, wali santri, dan masyarakat Kedawon–Rengaspendawa, Kirab Budaya Harlah ke-30 Al Hasaniyah Kedawon menjadi momentum yang penuh makna dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Kirab tersebut menjadi simbol bahwa pesantren, masyarakat, dan berbagai unsur pemerintahan dapat berjalan bersama dalam semangat ukhuwah, kebersamaan, dan pengabdian.

Pungkasnya, kirab ini adalah pesan untuk Indonesia: ketika pesantren, rakyat, dan aparat bersatu, maka tradisi akan terawat, ukhuwah menguat, dan khidmah akan terus terjaga.

Merawat Tradisi — Menguatkan Ukhuwah — Meneguhkan Khidmah.

30 Tahun Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon: Terus Mengabdi, Mendidik, dan Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas Terkait Diminta Turun Tangan: Proyek Jalan Gembong-Tobat Abaikan Keselamatan, Puing Dijual Bebas oleh Oknum RW
Aliansi Peduli Banten: Jalan Cangkudu-Cisoka Harus Bagus, Tapi Prosesnya Wajib Transparan!
Mediasi di Polsek Genteng Berujung Buntu, Pengusaha WiFi Alvian Tak Hadir
Kakorda PPR Brebes Serukan Satu Komando Dukung Prabowo, Tolak Anarki dan Kawal Brebes Tetap Damai
Kades Zamroni Mantapkan Langkah Desa Banyuanyar Tengah Menuju Lomba Desa Merah Putih/Desa SAE 2026
Verifikasi Berkas Calon Anggota BPD Desa Petung: Bukti Perempuan Siap Mendukung dan Membangun Pemerintahan Desa
Ribuan Warga Desa Pondokdalem Terima Bantuan Beras 30 Kg, Harapan Baru di Tengah Kebutuhan Hidup
Warga Binaan Antusias Ikuti Pelatihan Membatik, Menoreh Harapan Lewat Canting

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Ribuan Santri dan Warga Tumpah Ruah di Kirab Budaya 30 Tahun Al Hasaniyah Kedawon Brebes

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Dinas Terkait Diminta Turun Tangan: Proyek Jalan Gembong-Tobat Abaikan Keselamatan, Puing Dijual Bebas oleh Oknum RW

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Aliansi Peduli Banten: Jalan Cangkudu-Cisoka Harus Bagus, Tapi Prosesnya Wajib Transparan!

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Mediasi di Polsek Genteng Berujung Buntu, Pengusaha WiFi Alvian Tak Hadir

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Kakorda PPR Brebes Serukan Satu Komando Dukung Prabowo, Tolak Anarki dan Kawal Brebes Tetap Damai

Berita Terbaru