Garudaxpose.com | Probolinggo — Semangat mempersiapkan diri menyambut Lomba Desa Merah Putih/Desa SAE Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 terus dilakukan Pemerintah Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Zamroni, berbagai unsur masyarakat mulai memantapkan persiapan untuk menyambut agenda yang digelar Pemerintah Kabupaten Probolinggo tersebut.
Desa Banyuanyar Tengah mendapat kepercayaan menjadi satu-satunya desa dari Kecamatan Banyuanyar yang mengikuti lomba tersebut. Kepercayaan itu menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menampilkan kondisi lingkungan sekaligus kekompakan warga dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Bagi Zamroni, lomba tersebut bukan sekadar ajang untuk memperlihatkan keindahan sebuah desa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keikutsertaan Desa Banyuanyar Tengah ini merupakan amanah sekaligus kebanggaan bagi kami. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat mampu bergerak bersama. Jadi bukan hanya pemerintah desa yang bekerja, tetapi seluruh warga ikut mengambil bagian,” kata Zamroni saat diwawancarai media melalui pesan WhatsApp, Senin (24/08/2026).
Zamroni menjelaskan, persiapan dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian. Salah satunya adalah kondisi lingkungan yang meliputi kebersihan jalan utama hingga saluran drainase.
Menurutnya, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat. Karena itu, pembenahan tidak hanya diarahkan pada lokasi tertentu, tetapi juga menyentuh kawasan permukiman dan fasilitas yang digunakan masyarakat.
“Kami berusaha memastikan jalan utama bersih, drainase tidak menjadi tempat menumpuknya sampah, dan lingkungan permukiman juga tertata. Balai desa dan sekolah juga kami perhatikan karena semuanya menjadi bagian dari lingkungan desa yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah desa memberikan perhatian terhadap keberadaan tempat sampah terpilah. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk mulai membedakan jenis sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.
Namun, bagi Zamroni, indikator terpenting dalam lomba tersebut adalah keterlibatan warga. Ia menilai berbagai program dan persiapan tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tidak ikut bergerak.
“Yang menjadi kekuatan kami adalah masyarakat. Kami terus mengajak warga untuk ikut kerja bakti, menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan dukungan sesuai kemampuan. Kalau masyarakat bergerak bersama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan,” jelasnya.
Semangat kemerdekaan juga mulai terlihat dari partisipasi warga memasang Bendera Merah Putih di depan rumah. Bagi pemerintah desa, pemasangan bendera bukan hanya untuk memenuhi unsur penilaian, melainkan bagian dari cara masyarakat merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Zamroni berharap semangat tersebut terus tumbuh di seluruh lingkungan Desa Banyuanyar Tengah. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan dengan penuh antusias dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif.
“Kami ingin suasana HUT RI benar-benar terasa di tengah masyarakat. Bendera dipasang, kegiatan diikuti dan warga saling bergotong royong. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui kegiatan ini,” katanya.
Tidak berhenti pada kebersihan dan semangat kemerdekaan, unsur kreativitas masyarakat juga menjadi bagian dari persiapan. Sejumlah titik lingkungan desa ditata dengan sentuhan dekorasi, termasuk hiasan gapura, lampu hias dan pengecatan pagar.
Kreativitas tersebut diharapkan mampu memberikan identitas tersendiri bagi Desa Banyuanyar Tengah. Penataan lingkungan dilakukan dengan tetap mengedepankan keterlibatan warga sehingga hasil yang ditampilkan merupakan bagian dari karya dan kebersamaan masyarakat.
“Untuk dekorasi, kami memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkreasi. Gapura, lampu hias, pagar dan lingkungan akan ditata semaksimal mungkin. Kami ingin hasilnya bukan sekadar bagus dilihat, tetapi juga menunjukkan kreativitas warga,” ungkap Zamroni.
Dukungan masyarakat dalam bentuk swadaya juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Partisipasi materiil maupun nonmaterial dari warga menjadi bukti adanya kepedulian terhadap pembangunan dan kegiatan desa.
Zamroni mengaku mengapresiasi seluruh warga yang telah ikut membantu. Menurutnya, tenaga, waktu, gagasan maupun bantuan lainnya memiliki nilai penting dalam menyukseskan persiapan Desa Banyuanyar Tengah.
“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat. Apa pun bentuk dukungannya, baik tenaga, pemikiran maupun materi, semuanya sangat berarti. Kami berharap kekompakan seperti ini terus terjaga, bukan hanya ketika ada lomba,” tuturnya.
Dengan persiapan yang dilakukan secara gotong royong, Desa Banyuanyar Tengah optimistis menghadapi penilaian Lomba Desa Merah Putih/Desa SAE Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Pemerintah desa berharap momentum tersebut memberikan dampak positif terhadap budaya hidup bersih, kepedulian sosial dan semangat kebersamaan masyarakat.
“Harapan kami tentu bisa memberikan yang terbaik sebagai wakil Kecamatan Banyuanyar. Tetapi apa pun hasilnya nanti, kami ingin meninggalkan sesuatu yang lebih penting, yaitu desa yang semakin bersih, warga yang semakin kompak dan semangat gotong royong yang semakin kuat,” pungkas Zamroni.
Penulis : Ust. Sudarsono














