BREBES,GarudaXpose.com // -Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tingkat Kabupaten Brebes ditandai dengan acara tasyakuran dan Munajat Cinta yang khidmat. Kegiatan monumental ini berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al Fattah, Tegalgandu, Wanasari, Kabupaten Brebes. Suasana kebersamaan yang hangat terasa begitu kental, saat ratusan anggota IPNU dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) di seluruh Brebes, alumni lintas generasi, serta tokoh senior IPNU turut hadir meramaikan dan memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar partisipasi, melainkan manifestasi nyata dari ikatan persaudaraan yang kuat dalam naungan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama ini.
Acara yang megah ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Harlah ke-72 yang telah digelar sebelumnya. Rangkaian tersebut mencakup khotmil Qur’an sebagai bentuk penghayatan spiritualitas dan kecintaan pada Al-Qur’an, sarasehan bersama alumni untuk berbagi pengalaman berharga, menimba ilmu, dan menjalin silaturahmi, serta doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan bangsa, keberkahan tanah air, dan masa depan generasi pelajar yang lebih cerah. Mengusung tema besar “Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia”, tasyakuran ini menjadi wadah penting untuk menguatkan kembali tekad IPNU Brebes dalam mengawal peradaban Indonesia melalui peran aktif, inovatif, dan konstruktif dari generasi muda. Kehadiran puluhan, bahkan ratusan anggota dari berbagai penjuru Brebes menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan dedikasi mereka yang tak lekang oleh waktu.
Gus Zacky Al Aman, Pembina PC IPNU Brebes yang juga merupakan figur sentral sebagai Ketua PC IPNU periode 2012-2014, dengan penuh semangat menekankan pentingnya menjaga nilai “cinta” sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pengabdian organisasi. “IPNU harus senantiasa mengedepankan cinta dalam berkhidmat. Nilai-nilai ini krusial dalam membentuk generasi pelajar yang berkarakter kuat, berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang moderat, memiliki empati sosial yang tinggi, serta adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya. Pesan mendalam ini disambut anggukan setuju dan tepuk tangan meriah dari para hadirin, yang menunjukkan resonansi kuat dengan semangat yang dibawa Gus Zacky. Ia menambahkan bahwa cinta dalam berorganisasi akan menumbuhkan keikhlasan dan semangat juang yang tak mudah padam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan yang sama, M. Ilham Bagus, Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kader yang telah hadir dan terus berjuang di wilayah masing-masing dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan loyalitas. Ia mendorong seluruh kader IPNU untuk lebih fokus dalam mengarahkan langkah organisasi, dengan memaksimalkan potensi unik yang ada di setiap daerah. “Saya sangat menghargai rekan dan rekanita yang tulus menjadi garda terdepan perjuangan pelajar di kampung halamannya masing-masing. Ke depan, gerakan kita harus lebih terarah, berfokus pada pengembangan potensi sesuai karakteristik wilayah, baik itu di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, budaya, maupun kewirausahaan. Kita tidak bisa menyamaratakan, setiap daerah memiliki kekayaan dan tantangan tersendiri,” tegas Ilham, memberikan semangat baru serta arah strategis bagi seluruh kader. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-wilayah untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar.
Ilham juga tak lupa berpesan agar pelajar NU di Brebes mampu menjelma menjadi agen kebaikan dan perubahan yang progresif, adaptif, serta inovatif. Mereka diharapkan menjadi teladan pelajar bermartabat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes, yang mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi-solusi cerdas dan berbasis kearifan lokal. Ia mengingatkan bahwa keberadaan IPNU bukan hanya sebagai organisasi pelajar biasa, melainkan sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin masa depan, ulama-intelek, dan penggerak masyarakat yang memiliki visi kebangsaan kuat. Melalui momentum Harlah ke-72 ini, diharapkan semangat pengabdian dan perjuangan kader IPNU terus menyala, mengobarkan gairah untuk membangun generasi pelajar yang berilmu luas, berakhlak mulia, berdaya saing global, berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan agama, serta menjadi pionir dalam menciptakan harmoni di tengah keberagaman. Pungkasnya, kebersamaan, inovasi, dan keberpihakan pada nilai-nilai kebangsaan akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita peradaban mulia yang diimpikan.(red)
(Agus)











