Puri Agung Gianyar Siapkan Upacara Karya Palebon Ida Rajadewata

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Puri Agung Gianyar akan menggelar Karya Palebon Ida Rajadewata pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu 7 Maret 2026 sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh spiritual dan pemimpin masyarakat Gianyar.

Ida Rajadewata tutup usia di RSUD Sanjiwani Gianyar pada Sabtu 21 Pebruari 2026 pukul 13.30 Wita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara Palebon dijadwalkan berlangsung pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu, 7 Maret 2026 dengan tingkatan upacara Utamaning Utama menggunakan sarana Nagabanda.

Prosesi ini mengikuti tradisi Palebon Panglingsir Puri – Puri keturunan Dhalem, yang sarat makna spiritual dan adat Bali.

Ida Rajadewata lahir dengan nama Anak Agung Gde Agung Bharata pada 23 Juni 1949. Setelah menjalani tahapan Dwijati pada 16 Juli 2019 di Puri Agung Gianyar, beliau menyandang nama kawikuan Ida Bhagawan Blibar, menandai pengabdian spiritualnya sebagai Bhiksuka sesuai tradisi Puri.

Nama “Blibar” diambil dari pucil buah manggis, merujuk pada garis keturunan beliau sebagai pratisentana Ida Bhatara Manggis Kuning.

Dalam sejarah berdirinya Kota Gianyar, pendiri Kerajaan Gianyar adalah Ida Bhatara Manggis Sakti IV pada 19 April 1771.

Meski telah menjadi sulinggih, sesuai tradisi Puri Agung Gianyar, penyebutan bagi yang telah wafat tetap menggunakan Ida Rajadewata sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian kepada Puri dan masyarakat Gianyar.

Beliau merupakan putra dari Raja Gianyar terakhir, Ida Anak Agung Gde Oka (1946 – 1950), yang kemudian menjadi Bupati Gianyar pertama setelah bergabung ke NKRI serta Ketua Dewan Raja – Raja Bali.

Riwayat Pendidikan dan Pengabdian

Dalam bidang pendidikan, Ida Rajadewata menamatkan SMA Negeri 2 Denpasar pada 1968 dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai Denpasar pada 2012.

Karier pengabdiannya dimulai sebagai PNS di Sekretariat Negara RI Jakarta (1977 – 1986), kemudian menjabat Koordinator Multimedia Sekretariat Negara RI (1986 – 1995) serta Pembantu Pelaksana Harian Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring (1997 – 2003).

Di bidang politik, beliau menjabat Bupati Gianyar dua periode, yakni 2003 – 2008 dan 2013 – 2018. Selama kepemimpinannya, beliau dikenal konsisten menjaga keseimbangan antara pelestarian adat, budaya dan pembangunan daerah.

Rangkaian Karya Palebon

Karya Palebon dikoordinir Manggala Karya, Anak Agung Gde Mayun selaku Wakil Bupati Gianyar, bersama pratisentana dari 16 Puri keturunan Ida Bhatara Manggis Kuning.

Rangkaian upacara dimulai sejak 2 Maret 2026 dengan Mendak Nagabanda ke Puri Ageng Bitra dan Melaspas Nagabanda.

Prosesi berlanjut pada 3 hingga 5 Maret 2026 dengan sejumlah tahapan seperti Nuasen Karya, Masiram, Ngareka Kajang, hingga Ngening di Tukad Cangkir.

Pada puncak acara 7 Maret 2026, prosesi diawali dengan Macaru dan Marisuda Bumi di Setra Adat Beng. Layon akan dijemput dari Bale Sumanggen dengan iringan Tari Gambuh Masatya, lalu dipundut menuju Padma tanpa menggunakan Bade Tumpang 11 karena beliau telah menjalani proses madwijati.

Prosesi Manah Nagabanda dipuput Ida Padanda Peling sebelum iring – iringan menuju Setra Adat Beng dengan urutan Gambelan Angklung, pembawa Lalontek dan Upakara, Pedanda diusung Gayot, Lembu Putih, Panandan, penari Gambuh Masatya, Nagabanda, Padma dan Baleganjur. Keterlibatan desa adat juga menjadi bagian penting dalam Palebon ini.

Desa Adat Samplangan mengerahkan 450 orang sebagai tukang sandang Padma, Desa Adat Abianbase 250 orang untuk Lembu dan Tragtag, serta 100 orang dari Bitra untuk Nagabanda.

Setelah prosesi perabuan, rangkaian dilanjutkan dengan Nuduk Galih, Nguyeg Galih, Ngareka Galih, Nyupit, dan Nganyut ke Pantai Masceti. Keluarga kemudian kembali ke Puri Agung Gianyar untuk prosesi Mapegat.

Karya Palebon ini bukan hanya ritual pelepasan ragawi, tetapi juga momentum spiritual untuk mengenang perjalanan hidup seorang pemimpin, sulinggih dan tokoh masyarakat Gianyar.

Melalui Palebon Utamaning Utama ini, Puri Agung Gianyar bersama masyarakat memaknai pengabdian Ida Rajadewata sebagai warisan keteladanan dalam menjaga dharma, adat dan kehormatan leluhur. @ (suriasih/udiana)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Bali Sasar 117 Kader
Dukung Aksi Bersih Serentak se-Bali Wawali  Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung
Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kejari Tabanan Dan Kodim Tabanan Teken Perjanjian Kerjasama
Dandim Badung Dorong Sinergi Untuk Bali Era Baru Di Perayaan Kota Denpasar Ke-238
Permudah Pembayaran Pajak, Wakil Bupati Bangli Resmikan Layanan Samsat Drive Thru
Gubernur Koster dan Perbarindo Tanam Ribuan Kelapa Daksina Seputar Tukad Unda
Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:29 WIB

Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Bali Sasar 117 Kader

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:45 WIB

Dukung Aksi Bersih Serentak se-Bali Wawali  Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:30 WIB

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:10 WIB

Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kejari Tabanan Dan Kodim Tabanan Teken Perjanjian Kerjasama

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:46 WIB

Dandim Badung Dorong Sinergi Untuk Bali Era Baru Di Perayaan Kota Denpasar Ke-238

Berita Terbaru