Garudaxpose.com | Probolinggo – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan petani. Jajaran kepolisian di wilayah Kecamatan Kedopok juga turut mengambil peran dengan melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap lahan pertanian warga.
Langkah tersebut terlihat saat personel Bhabinkamtibmas Polsubsektor Kedopok melakukan kunjungan ke area pertanian jagung milik Usman di Jalan Barito, Kelurahan Kareng Lor, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dilakukan Aipda Taufik Hidayat dan Aipda M. Malik Alawi itu bertujuan memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan tumbuh dengan baik hingga masa panen.
Di lokasi, petugas meninjau perkembangan jagung varietas NK Pendekar Sakti yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi. Tanaman tersebut diketahui mulai dibudidayakan pada pertengahan Juli 2026 dan diperkirakan siap dipanen dalam kurun waktu akhir Oktober hingga awal November tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memeriksa kondisi tanaman, personel kepolisian juga berdialog dengan pemilik lahan dan anggota Kelompok Tani Mandiri. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan berbagai masukan terkait kondisi pertanian, mulai dari perawatan tanaman hingga kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Kapolsubsektor Kedopok, Ipda Hari Dwi Tjahjono, mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah yang bertujuan menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk aparat keamanan yang hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, kami berupaya hadir untuk memberikan dukungan, membangun komunikasi, serta memastikan aktivitas pertanian dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan koordinasi antara petani dengan aparat di wilayah masing-masing. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul selama masa tanam dapat segera ditindaklanjuti.
Kegiatan pemantauan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian dinilai tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi bentuk perhatian nyata terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi warga.
Dengan terus terjalinnya sinergi antara petani dan aparat keamanan, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Kedopok dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (Septyan)












