Garudaxpose.com | Sumenep – Upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batuan, Kabupaten Sumenep. Selain memastikan kualitas layanan dan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat, pengelola dapur MBG juga aktif menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional dapur berjalan sesuai standar yang berlaku, mulai dari kelayakan fasilitas, keamanan pangan, sanitasi lingkungan, hingga mekanisme pelayanan yang mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
Pemilik Dapur SPPG Batuan, Ach. Qusyairi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh Program MBG dengan cara memenuhi seluruh persyaratan yang menjadi pedoman pelaksanaan dari BGN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, komitmen tersebut tidak dapat diwujudkan secara mandiri, melainkan membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan berbagai instansi yang memiliki kewenangan sesuai bidang masing-masing.
Sejak awal operasional, pihak pengelola dapur secara aktif membangun komunikasi dengan unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG di wilayah Kecamatan Batuan.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan operasional berjalan sesuai regulasi dan mampu memenuhi standar pelayanan yang diharapkan pemerintah.
Selain itu, komunikasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemenuhan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam mendukung aktivitas dapur MBG.
Ach. Qusyairi mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin menunggu munculnya kendala baru melakukan pembenahan. Karena itu, langkah koordinatif dilakukan sejak awal agar seluruh kebutuhan dapat dipenuhi secara bertahap dan terukur.

“Kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh fasilitas dan operasional dapur sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional. Prinsipnya, kami ingin program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” ujar Ach. Qusyairi, Kamis (11/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa respons cepat terhadap berbagai masukan dan arahan dari instansi terkait menjadi bagian dari komitmen pengelola dalam menjaga kualitas layanan.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG bukan hanya sebagai tempat produksi makanan, tetapi juga menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung suksesnya program peningkatan gizi masyarakat.
“Setiap arahan yang diberikan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Karena itu, ketika ada kebutuhan penyesuaian fasilitas maupun sistem kerja, kami berusaha menindaklanjutinya sesegera mungkin agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Di sisi lain, koordinasi juga dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan. Hal ini penting mengingat Program MBG menyasar kelompok penerima manfaat yang cukup luas, mulai dari siswa, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Kepala SPPG Batuan, Matlimin, menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai instansi menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang diproduksi, tetapi juga oleh kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung operasional dan pengawasannya.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat desa, kecamatan maupun unsur teknis lainnya. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan tujuan program dapat tercapai dengan baik,” ujar Matlimin saat diwawancarai, Kamis (11/06/2026) pagi.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak juga membantu mempercepat proses penyelesaian berbagai kebutuhan yang muncul selama pelaksanaan program berlangsung.
Melalui koordinasi yang intensif, setiap informasi maupun kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera dibahas dan dicari solusi bersama.
SPPG Batuan menilai pola kerja kolaboratif menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan Program MBG di Kabupaten Sumenep.
Selain mendukung aspek teknis operasional, sinergi dengan instansi terkait juga menjadi sarana untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan program kepada masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, pengelola optimistis Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Batuan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Ke depan, koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan, memastikan kepatuhan terhadap standar BGN, serta mendukung terwujudnya tujuan besar program dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut menjadi cerminan keseriusan seluruh unsur yang terlibat dalam Program MBG untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas nasional.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo













