Penjaga Alam NKRI & KOLEBAT Banten Tolak Keras Tambang PT. BHT di Pagintungan: Pemerintah Jangan Jadi Pelayan Mafia Tambang!

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Serang – Gelombang penolakan terhadap tambang milik PT. Berkah Halal Thayyib (BHT) di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, semakin meluas. Penjaga Alam NKRI bersama Koalisi Lembaga Lingkungan Hidup dan Budaya Banten (KOLEBAT) menyatakan sikap tegas: tambang tersebut harus ditutup permanen demi menjaga kelestarian alam, adat, dan hak masyarakat. Sabtu (04/10/25)

Ketua KOLEBAT Banten, Aminudin, yang juga menjadi juru bicara gabungan kedua lembaga tersebut, menegaskan tambang di Pagintungan bukan hanya soal bisnis, melainkan bentuk nyata pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa dan tatanan adat masyarakat Banten.

“Tanah dan negara adalah titipan para pejuang republik, bukan untuk dijual atau dirusak oleh kepentingan segelintir orang. Tambang PT. BHT bukan hanya merusak alam, tapi juga menghancurkan tatanan adat serta meresahkan masyarakat. Kalau praktik ini terus dibiarkan, KOLEBAT bersama Penjaga Alam NKRI dan masyarakat siap turun ke jalan menuntut keadilan,” tegas Aminudin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pemerintah daerah jangan bermain-main dalam persoalan tambang, sebab masyarakat sudah kehilangan kesabaran melihat kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap ruang hidup mereka.

“Kami mendesak Gubernur Banten segera memerintahkan jajarannya menutup permanen tambang ini. Jika tidak, publik akan menilai bahwa pemerintah daerah justru melindungi mafia tambang, bukan rakyatnya. Tanah adalah warisan adat dan budaya, bukan untuk dihancurkan,” ujar Aminudin.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp telepon selulernya pada Sabtu (4/9/2025), Aminudin menegaskan bahwa bila aspirasi masyarakat tetap diabaikan, KOLEBAT bersama Penjaga Alam NKRI akan menggelar aksi lanjutan besar-besaran di Banten, dan bila perlu dilanjutkan ke Jakarta untuk menuntut perhatian pemerintah pusat.

Gabungan sikap Penjaga Alam NKRI dan KOLEBAT Banten kini menjadi ujian serius bagi pemerintah daerah: berpihak kepada rakyat atau tunduk pada kepentingan mafia tambang. Publik menunggu langkah nyata Gubernur Banten, apakah berani membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat, atau justru memilih diam dalam pusaran kepentingan modal.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau
Pertemuan AKD di Desa Bago, Kapolsek Pasirian Ajak Perkuat Koordinasi dan Keamanan
Dedikasi tinggi dalam Bidang kesehatan untuk Wilayah Terpencil Papua
Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis
Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking
Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang
Janji Tinggal Janji, Rumah Reyot Nenek Ucum di Balaraja Tak Kunjung Tersentuh Bantuan
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:26 WIB

Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau

Sabtu, 25 April 2026 - 01:50 WIB

Pertemuan AKD di Desa Bago, Kapolsek Pasirian Ajak Perkuat Koordinasi dan Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 09:26 WIB

Dedikasi tinggi dalam Bidang kesehatan untuk Wilayah Terpencil Papua

Kamis, 23 April 2026 - 23:15 WIB

Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking

Berita Terbaru